Kasus Pemalsuan Merek 4672 Sak Semen, Dua Terdakwa Disidang di Surabaya

Mohammad Santony bersama rekannya, Satria Yulianton (dalam Penuntutan terpisah) menjalani sidang putusan di Ruang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya

Kasus Pemalsuan Merek 4672 Sak Semen, Dua Terdakwa Disidang di Surabaya
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Mohammad Santony bersama rekannya, Satria Yulianton menjalani sidang putusan di Ruang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (14/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mohammad Santony bersama rekannya, Satria Yulianton (dalam Penuntutan terpisah) menjalani sidang putusan di Ruang Garuda Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada Senin (14/1/2019) siang.

Sidang dengan agenda putusan tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim, Anne Rusiana dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ali Prakoso.

"Mengadili, menyatakan terdakwa atas nama Mohammad Santony dan terdakwa Satria Yulianton telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kejahatan pemalsuan merek," ujar Anne.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan pidana," sambungnya.

(Pria Lamongan Ini Tewas Dihantam Kereta Api di Bojonegoro, Kondisi Jasad Mengenaskan)

(Lirik Lagu Hello My Love, Single Comeback Pertama Westlife Setelah Bubar Tahun 2012 Silam)

Menanggapi hal tersebut, terdakwa mengaku pikir-pikir.

"Kami pikir-pikir yang mulia," jawab terdakwa bersamaan.

Sedangkan, Jaksa Ali juga mengaku pikir-pikir dengan putusan itu. Mengingat, dua terdakwa telah dituntut dua tahun dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan.

"Kami juga pikir-pikir yang mulia," jelas Ali saat sidang.

Aksi pemalsuan merek itu terungkap pada hari Jumat (29/6/2018) siang sekitar pukul 13.30 WIB di Jalan Raya Menganti Wiyung, Surabaya.

Halaman
12
Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved