Rencana Proyek Rumah Sakit Sidoarjo Barat Kembali Menghangat

Rencana pembangunan Rumah Sakit Sidoarjo Barat kembali menghangat. Utamanya tentang perbedaan pendapat antara Pemkab Sidoarjo dengan DPRD setempat.

Rencana Proyek Rumah Sakit Sidoarjo Barat Kembali Menghangat
SURYA/M TAUFIK
Suasana Rapat Paripurna DPRD Sidoarjo di Gedung SCC, Senin (29/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Rencana pembangunan Rumah Sakit Sidoarjo Barat kembali menghangat. Utamanya tentang perbedaan pendapat antara Pemkab Sidoarjo dengan DPRD setempat.

Sejak awal, Pemkab ingin proyek ini dikerjakan dengan skema KPBU (kerjasama pemerintah dengan badan usaha). Sementara dewan menganggap pembiayaan APBD lebih tepat.

Dalam pembahasan APBD 2019 perbedaan itu menghangat, namun akhirnya disepakati bahwa RS Sidoarjo barat dibangun menggunakan APBD. Tahun 2019 dialokasikan Rp 225 miliar, dan ditambah pada tahun berikutnya.

Ternyata pemkab masih belum menyerah. Hari terakhir tahun 2018 kemarin, mereka kembali menyurati Dewan, meminta agar RS Sidoarjo barat dibangun dengan KPBU. Padahal APBD sudah digedok.

Bahkan, kabar terbaru Pemkab baru akan menyiapkan FS atau feasibility study RS Sidoarjo Barat tahun 2019 ini.

"Itu berarti Pemkab Sidoarjo tidak serius dalam mewujudkan rumah sakit Sidoarjo Barat," kata Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Taufik Hidayat Tri Yudono kepada Tribunjatim.com.

Reaksi Luna Maya saat Disebut Melaney Cantik Mirip Princess: Sorry, Gua Queen di Atasnya Princess

10 Band Tanah Air Ini Kehilangan Pamor Sejak Ditinggal Vokalisnya, Malah Ada yang Kena Gerebek

Irish Bella Dilamar Ammar Zoni Mengejutkan Publik, Sang Ibunda Juga Kaget: Saya Juga Bingung

Menurut dia, pengerjaan FS harusnya tidak menghambat pembangunan. "Harusnya FS bisa dikerjakan bersamaan dengan pembangunan. Agar cepat," sambung dia.

Apalagi dalam APBD 2019 sudah dialokasikan dana Rp 225 miliar. Sehingga, menurutnya, sangat rugi kalau itu tidak dilaksanakan oleh Pemkab Sidoarjo.

Hal serupa disampaikan Mulyono, anggota Banggar DPRD Sidoarjo. Disebutnya, pembangunan RSUD Sidoarjo Barat menggunakan APBD sudah masuk kategori wajib. Karena sudah menjadi Perda.

"Jangan serta merta diubah lagi, wong sudah masuk APBD dan jadi Perda kok. Dan meski pemkab mengajukan lagi lewat KPBU, kami tetap pada keputusan semula. Yakni pakai APBD," tegas politisi PKS yang duduk di Komisi B DPRD Sidoarjo kepada Tribunjatim.com
.

Terpisah, Sekda Sidoarjo Ahmad Zaini menyampaikan bahwa pembangunan fisik RSUD Sidoarjo Barat belum bisa tahun ini. Karena pihaknya masih menyiapkan FS-nya.

Menurutnya, penyusunan FS butuh waktu cukup lama. Namun dia mengaku akan berupaya mempercepat perencanaan pembangunan tersebut.

"Akan dipercepat," katanya.

Pemkab berharap, pembangunan RSUD Sidoarjo Barat dikerjakan dengan menggunakan KPBU. Karena sejak awal, pembangunan rumah sakit di Krian disiapkan dengan skema KPBU.

Sehingga jika menggunakan sistem KPBU, disebutnya bakal lebih cepat karena berbagai hal sudah siap. "Termasuk FS-nya sudah ada, tinggal jalan saja," ungkap Zaini.(ufi/TribunJatim.com).

Penulis: M Taufik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved