Era Digital Berkembang, Pengusaha Teknologi dan Informasi Jatim Gencar Jual Produk Lewat Online

Era Digital Berkembang, Pengusaha Teknologi dan Informasi Jatim Gencar Jual Produk Lewat Online.

Era Digital Berkembang, Pengusaha Teknologi dan Informasi Jatim Gencar Jual Produk Lewat Online
TRIBUNJATIM.COM/MANIK PRIYO PRABOWO
Seorang pengusaha toko online dropship saat beraktivitas membuka toko hanya menggunakan ponsel pintarnya saja. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kalangan pengusaha teknologi dan informatika (TI) di Jatim sudah mulai gencar melakukan penjualan melalui sistem online.

"Adanya era digital ini pasti berpengaruh terhadap penjualan. Ini sudah mulai banyak pedagang yang tadinya sifatnya offline beralih membidik pasar online," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas) Jatim, Okky Tri Hutomo, Selasa (15/1/2019).

Dia mengatakan, sebenarnya semua pelaku usaha yang menjual online pada dasarnya bermula memanfaatkan penjualan secara konvensional.

Akan Diterapkan Pemerintah, Pajak E-Commerce Tidak untuk Membunuh Pasar Online, Kok Bisa?

"Mereka selalu berhimpitan baik antara online maupun offline. Karena kalau menjual secara online tetapi tidak ada offline, kredibilitasnya pasti dipertanyakan," katanya.

Sebab menurutnya, meski masyarakat kini banyak membeli produk hardware atau komputer hingga software melalui online, pastinya melihat juga lokasi toko yang akan dibeli produknya.

"Kemudian, sekiranya produknya pasti bakal ada atau tidak, servicenya bagaimana dan lain sebagainya. Jadi, meski online tapi tidak ada informasi itu maka masyarakat juga mempertanyakan kredibilitasnya," tuturnya.

Berkedok Kirim File, Pria dari Jakarta Ini Bawa Kabur Laptop Mahasiswi, Ditangkap Polisi di Malang

Okky menambahkan, pihaknya optimitis industri TI tahun ini diproyeksikan bisa tumbuh sekitar 15 persen sampai 20 persen dibandingkan tahun lalu.

"Karena memang penjualan barang teknologi di Jatim tahun lalu mengalami penurunan 20 persen - 30 persen. Mulanya satu toko biasanya mampu menjual 1.000 unit perangkat komputer maupun laptop, tapi tahun lalu hanya mampu menjual 700 unit," paparnya.

Menurutnya, penurunan penjualan tersebut terjadi karena permintaan dari proyek-proyek instansi pemerintahan, terutama instansi swasta menurun sangat drastis.

"Sedangkan segmen ritel, penurunananya lebih tajam karena setiap individu tidak sering mengganti atau membeli perangkat komputer atau laptop yang baru," ujarnya.

Namun, kata dia, pihaknya yakin dan optimistis bisnis TI bisa tumbuh kembali seiring dengan tren pengembangan sistem smart city di beberapa kota/kabupaten di Jatim yang tentu berdampak pada bisnis TI.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved