Investasi Asing Buka Industri Alas Kaki di Indonesia,Aprisindo Jatim Nilai Bisa Kurangi Pengangguran

Investasi Asing Buka Industri Alas Kaki di Indonesia,Aprisindo Jatim Nilai Bisa Kurangi Pengangguran.

Investasi Asing Buka Industri Alas Kaki di Indonesia,Aprisindo Jatim Nilai Bisa Kurangi Pengangguran
TribunJatim/ Rorry Nurmawati
Salah satu home industri sepatu di Kota Mojokerto yang saat ini terus berkembang di kanca International, Jumat (5/5). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jatim menilai masuknya investasi asing seperti Nike yang membuka produksinya di Indonesia terbilang sangat postif.

Menurut Ketua Umum Aprisindo Jatim Winyoto Gunawan, hal tersebut berarti kualitas sepatu produksi dari Indonesia sudah diakui dunia.

"Sehingga, ini juga disusul dengan brand image bahwa Indonesia bisa membuat produk sepatu yang bagus," tuturnya kepada TribunJatim.com, Kamis (17/1/2019).

Selain itu, menurut Winyoto, jika perusahaan brand besar membuka produksinya di Indonesia maka hal itu juga dapat membantu mengurangi pengangguran.

7 Cara Menghilangkan Bau Sepatu Secara Alami, Benarkah Benda-benda Ini Bisa Hilangkan Kebusukan?

"Terutama masyarakat di lingkungan pabrik, sebagai tempat produksi sepatunya. Bagi kami, sangat menyambut positif sekali hal itu," tuturnya.

Di Jatim sendiri, kata Winyoto, sangat berpotensi sebagai tujuan investasi perusahaan-perusahaan sepatu dengan brand besar tersebut.

"Hanya saja tergantung melihat kepentingan dari perusahaan misalnya kepentingan ekspor," katanya.

Wilayah yang memiliki potensi cukup tinggi untuk kepentingan ekspor ialah daerah yang masuk kategori Ring 2 dan Ring 3.

Perajin Sepatu Rajut Mojokerto ini Awalnya Tak PD, Kini Sepatu Rajutnya Tembus Pasar Jawa Timur

"Karena di daerah sana sumber daya manusianya masih banyak. Biaya tenaga kerjanya juga murah jika dibandingkan di daerah perkotaan kalau berkaca seperti Nike yang jumlah pekerjanya sekitar 10 ribu orang," terangnya.

Adapun hingga 2018 lalu, kinerja industri sepatu di Jatim masih belum juga memuaskan.

Dari segi ekspor masih turun sekitar 10-15 persen sedangkan pasar domestik turun sekitar 30 persen.

Satu di antara faktornya ialah kondisi global yang berpengaruh pada kondisi industri alas kaki.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved