Artis Terlibat Prostitusi

Kejati Jatim Belum Terima SPDP Penetapan Tersangka Artis VA, Sunarta: Mungkin Masih Proses

Sunarta mengatakan, SPDP dikirim ke pihak jaksa dengan estimasi waktu sekitar tujuh hari pasca penetapan tersangka.

Kejati Jatim Belum Terima SPDP Penetapan Tersangka Artis VA, Sunarta: Mungkin Masih Proses
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Artis AV dan VA yang terlibat dalam penggerebekan prostitusi online di sebuah hotel di Surabaya telah diamankan di Mapolda Jatim, Sabtu (5/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim), Sunarta mengatakan, pihaknya belum menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim terkait penetapan status tersangka pada artis VA, dalam dugaan kasus prostitusi online yang melibatkan sejumlah artis dan model.

Biasanya, lanjut Sunarta, SPDP dikirim ke pihak jaksa dengan estimasi waktu sekitar tujuh hari pasca penetapan tersangka.

“Ya mungkin masih proses, sebab biasanya ditetapkan tersangka terlebih dulu, kemudian SPDP dikirim ke kami (jaksa), biasanya tak lebih tujuh hari,” kata Sunarta, Sabtu (19/1/2019).

48 Wanita Terlibat Prostitusi Layanan Pijat Masih Diperiksa, Polda Jatim Fokus Jerat Muncikari

Dalam pemberitaan sebelumnya, bisnis prostitusi artis dan model terbongkar usai penggerebekan VA dan AS di sebuah hotel di Kota Surabaya pada Sabtu (5/1/2019) lalu.

Ketika itu, VA sedang melayani seorang pelanggan melalui perantara muncikari ES.

Saat itu, muncikari dari VA mematok tarif senilai Rp 80 juta untuk sekali kencan.

Lalu, VA ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus prostitusi online oleh penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim pada Rabu (16/1/2019), berdasarkan hasil gelar perkara dan pemeriksaan serta pendapat dari beberapa ahli atau pakar.

6 Lokasi Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Kediri yang Digerebek Polda Jatim, 48 Orang Diamankan

Ucapan Fatya Ginanjarsari Saat Keluar dari Polda Jatim Dini Hari Seusai Diperiksa 11 Jam

Sedangkan, pasal yang dikenakan kepada VA adalah pasal 27 ayat 1 Undang-Undang (UU) nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang ancaman pidananya paling lama enam tahun penjara.

Dalam kasus tersebut, artis VA diduga telah mengeksploitasi dirinya secara langsung kepada muncikarinya.

Dari sana, penyidik menganggap eksploitasi itu sudah melanggar kesusilaan sesuai Pasal 27 Ayat (1), menyebutkan yang dimaksud dengan 'mendistribusikan' adalah mengirimkan dan/atau menyebarkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik kepada banyak orang atau berbagai pihak melalui sistem elektronik.

Fakta Baru Kasus Prostitusi Artis, Vanessa Angel yang Sebarkan Sendiri Foto Panasnya ke Muncikari

Sempat Terserat hingga 10 Meter, Abdul Rozak dan Legini Selamat dari Terjangan Longsor Mojokerto

Selanjutnya, yang dimaksud dengan 'mentransmisikan' yakni mengirim informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang ditujukan kepada satu pihak lain melalui sistem elektronik.

Di sisi lain, penyidik berencana akan memanggil artis VA pada Senin (21/1/2019) pekan depan dalam kapasitas sebagai tersangka.

Tetapi, untuk status AS, tetap sebagai saksi dalam kasus prostitusi artis dan model itu.

Namun, untuk status AS, penyidik masih melakukan pendalaman, termasuk bukti yang diperoleh dari data digital forensik.

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved