Jalan Gubeng Surabaya Ambles

Galian Basement RS Siloam, Tim Mitigasi Kelongsoran: Lebih Baik Segera Ditutup Agar Tanah Stabil

Tim Mitigasi Kelongsoran Jalan Raya Gubeng merekomendasikan galian basement RS Siloam untuk segera diuruk kembali.

Galian Basement RS Siloam, Tim Mitigasi Kelongsoran: Lebih Baik Segera Ditutup Agar Tanah Stabil
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Dampak penghentian sementara pengurukan lubang galian areal barang bukti pengerjaan basement Rumah Sakit Siloam Surabaya dikhawatirkan dapat menimbulkan keretakan kembali, Senin (21/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tim Mitigasi Kelongsoran Jalan Raya Gubeng merekomendasikan galian basement RS Siloam untuk segera diuruk kembali.

Namun, sementara pengurugan galian terhambat proses hukum dari penggalian barang bukti yang membutuhkan ijin dari Polda Jatim.

"Ada proses hukum yang belum selesai, kami berharap sekali agar galian dan barang bukti dituntaskan. Sehingga, begitu police line dibuka penimbunan urukan lahan itu bisa segera dilakukan dilakukan," kata Wahyu P Kuswada, Humas Tim Mitigasi Kelongsoran Jalan Raya Gubeng.

Pengerjaan Mix-Use Development milik PT Saputra Karya itu direkomendasikan untuk tetap ditimbun sesuai dengan kaidah teknis dan penggalian mencari barang bukti.

Jalan Raya Gubeng Retak, Anggota DPRD Jatim Minta Penyebab Utama Amblesnya Jalan Segera Dipublish

Wahyu P Kuswanda mengatakan penggalian barang bukti diharapkan dilakukan jika kestabilan tanah telah tercapai.

"Tetap ditimbun, kalau mau digali silahkan tapi kestabilan tanah harus diperhatikan dulu. Untuk galian barang bukti kami upayakan segera dituntaskan agar tidak membahayakan stabilitas badan jalan," kata Wahyu P Kuswanda, Senin (21/1/2019).

Penimbunan kembali tersebut diminta dilakukan sesegera mungkin untuk menghindari runtuhnya dinding penahan tanah.

Terkait Jalan Gubeng Surabaya Ambles, Tim Mitigasi Kelongsoran: Butuh Dua Tahun Stabilisasi Tanah

Komite Keselamatan Kontruksi, tambah Wahyu, udah membuat surat dengan tembusan Polda Jatim terkait permohonan pengurukan galian areal barang bukti.

"PT NKE sudah meminta ijin ke Polda Jatim, Komite Keselamatan Kontruksi juga sudah mengirimkan surat ke Pemkot Surabaya tembusan Polda Jatim. Surat sudah kami berikan tanggal 19 Januari 2019, lalu," kata Wahyu.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved