Mundurnya Dirut RPH, Pemkot Surabaya Bisa Pecat Dua Direktur Lainnya Jika Melanggar Perda

Mundurnya Dirut RPH, Pemkot Surabaya Bisa Pecat Dua Direktur Lainnya Jika Melanggar Perda.

Mundurnya Dirut RPH, Pemkot Surabaya Bisa Pecat Dua Direktur Lainnya Jika Melanggar Perda
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Surabaya Khalid. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Surabaya, Khalid merespon berat permintaan Komisi B yang meminta agar Pemkot memberhentikan dua direktur Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (RPH) yang masih aktif menyusul mundurnya Dirut RPH, Teguh Prihandoko. 

Dikatakan Khalid, Pemkot Surabaya tidak bisa melakukan pemecatan sepihak.

Kecuali memang dua direktur tersebut terbukti melanggar peraturan daerah.

Misalnya tidak menjalankan tugas yang menjadi amanah atau poin laim aturan yang tercatat dalam perda. 

Komisi B Minta Dua Direktur RPH Mundur atau Dipecat Pemkot Surabaya, Ini Alasannya

"Kita ada mekanisme, dan semua diatur dalam perda. Jadi apa yang diperbuat perangkat itulah yang dilakukan. Maka kalau mereka melakukan pelanggaran perda maka Pemkot akan bisa menindak,  tapi kalau sebaliknya,  maka ya tidak bisa," kata Khalid saat diwawancara usai hearing dengan Komisi B,  Senin (21/1/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan biarkan tim audit keuangan yang akan memeriksa PD RPH lebih dulu.

Dari audit itu nantinya diharapkan Khalid akan bisa diketahui mana yang salah dan siapa yang benar.

Dan Pemkot bisa mengambil langkah.

Petugas Gabungan Gerebek RPH Yang Dijadikan Penggelonggongan Sapi di Balongbendo Sidoarjo

"Auditor keuangan umum saja cukup, kalau nanti kurang dan butuh dilakukan pemkot lebih baik maka ya harusnya audit pemkot bisa masuk," imbuh Khalid.

Namun berdasarkan laporan keuangan PD RPH yang masuk sebelum bulan Desember 2018, kondisi keuangan perusahaan tersebut masih untung dan belum ada temuan. 

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved