Terungkap Arti 'Manten' dalam Percakapan Terdakwa Penyuap Wali Kota Pasuruan dan Dwi Fitri Nurcahyo

Dalam percakapan itu, Baqir dan staf ahli sekaligus pelaksana harian Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pasuruan menyebut kata 'manten'.

Terungkap Arti 'Manten' dalam Percakapan Terdakwa Penyuap Wali Kota Pasuruan dan Dwi Fitri Nurcahyo
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Terdakwa penyuap dari pihak kontraktor bernama Muhammad Baqir (31) duduk di kursi pesakitan, dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan Tahun Anggaran 2018, di Ruang Cakra, Pengadilan Tipikor Surabaya, pada Senin (21/1/2019) siang. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK), Hendry Sianipar memutar sejumlah bukti rekaman percakapan terdakwa penyuap Wali Kota Pasuruan, Muhammad Baqir, dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan Tahun Anggaran 2018 di Ruang Cakra, Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (21/1/2019) siang.

Ada dua rekaman percakapan suara, yaitu pada tanggal 22 Agustus dan 12 September 2018 yang menarik perhatian Ketua Majelis Hakim, I Wayan Sosiawan dan JPU.

Pasalnya, dalam percakapan itu, Baqir dan staf ahli sekaligus pelaksana harian Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pasuruan, Dwi Fitri Nurcahyo menyebut kata 'manten'.

Kontraktor Penyuap Wali Kota Pasuruan Setiyono Akui Berikan Fee hingga 10 Persen

Longsor di Mojokerto, Perum Perhutani KPH Pasuruan akan Lakukan Program Rehabilitasi Hutan Lindung

JPU lantas mempertegas pertanyaan kepada Baqir terkait "manten" yang disebutkannya dalam percakapan.

"Manten itu apa?" tanya JPU kepada Baqir.

"Manten itu artinya calon pemenang pasti (dalam proyek yang berlangsung kala itu), dengan penawaran yang sudah di-setting," jawab Baqir sembari memandangi proyektor yang menampilkan bukti percakapannya, Senin (21/1/2019).

Kemudian, JPU kembali bertanya terkait inti pembicaraan yang diputarnya pada tanggal 12 September 2018 itu.

Sempat Terseret hingga 10 Meter, Abdul Rozak dan Legini Selamat dari Terjangan Longsor Mojokerto

Komisi A DPRD Kota Surabaya Desak Pemkot segera Buat Perwali untuk Atur Dana Kelurahan

"Jadi, inti dari pembicaraan 12 September itu apa?" tanya JPU lagi.

"Itu menegaskan kembali bila uang yang diambil Wahyu (staf Kelurahan Purutrejo, Wahyu Tri Hardianto) itu," jawab Baqir lalu memandang ke arah hakim.

Halaman
12
Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved