Cari Tersangka Baru, Kejaksaan Negeri Gresik Periksa 7 Pejabat BPPKAD Gresik

Penyidik Kejaksaan Negeri Gresik kembali memeriksa pegawai Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik.

Cari Tersangka Baru, Kejaksaan Negeri Gresik Periksa 7 Pejabat BPPKAD Gresik
SURYA/SUGIYONO
Para pegawai BPPKAD Kabupaten Gresik saat dibawa ke Kantor Kejari Gresik usai OTT dan penggeledahan, Senin (14/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Penyidik Kejaksaan Negeri Gresik kembali memeriksa pegawai Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik.

Mereka mencari tersangka lain yang diduga terlibat dalam perkara operasi tangkap tangan (OTT) dengan barang bukti uang Rp 537 Juta.

Kajari Gresik Pandoe Pramoekartika menduga bisa menemukan tersangka lain.

“Bisa jadi ada tersangka lain. Biasanya terdakwa itu memberi keterangan tambahan saat dalam persidangan,” kata Pandoe, Senin (22/1/2019).

(500 Madrasah Aliyah di Jawa Timur Dilaporkan Tak Bisa Akses PDSS)

(Ubaya Gelar Workshop Sinergi Perguruan Pemberdayaan Masyarakat, Datangkan Pemateri Kemenristekdikti)

ada 7 orang kepala bidang (Kabid) dan Kepala sub gian (Kasubag) yang menjadi saksi dalam kasus ini.

Ketujuhnya yakni Kabid Perbendaharaan,  Kabid Anggaran, Kabid Aset Daerah dan Kabid Penagihan, Kabid pajak daerah lainnya (PDL),  Kabid PBB dan Kasubag Keuangan. 

Mereka datang memenuhi panggilan penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Gresik pada Senin (21/1/2019), hingga pukul 19.30 WIB.

Hampir 10 jam para pejabat BPPKAD Kabupaten Gresik berada di kantor Kejari Gresik Jl Raya Permata, Desa Kembangan Kecamatan Kebomas.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Gresik Andrie Dwi Subianto mengatakan bahwa selain memanggil para saksi, juga meminta dokumen tambahan dari beberapa pegawai di BPPKAD Kabupaten Gresik.

(Kepala Bappeko Surabaya dan Bappeda Akan Paparkan Potensi Daerah pada Workshop LPPM Ubaya Rabu Besok)

(Chris Brown Rekan Duet Agnez Mo Ditangkap Polisi Atas Dugaan Pemerkosaan, Simak Kronologinya)

“Penyidik perlu dokumen tambahan sehingga para saksi diminta untuk membawa dokumen,” kata Andrie.

Pemanggilan 7 pejabat BPPKAD ini hasil pengembangan kasus OTT pemotongan dana insentif sebesar Rp 537 Juta di BPPKAD yang  telah menetapkan seorang tersangka yaitu Kepala Plt BPPKAD sekaligus Sekretaris  M. Mukhtar.

Tersangka ditahan Selasa (15/1/2019).

Reporter: Surya/Sugiyono.

(23 Desa di Delapan Kecamatan di Kabupaten Mojokerto Berstatus Tanggap Darurat Bencana)

(TKD Jokowi-Maruf Amin Targetkan Kemenangan 70 Persen di Trenggalek)

Penulis: Sugiyono
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved