Jade Development: Pasar Rumah Menengah Dipastikan Bergairah Lebih Tinggi di Semester II/2019

Di tahun 2019 ini, pengembang perumahan kelas menengah masih melihat potensi pasar yang besar. Namun Pilpres membuat konsumen memilih Wait and See

Jade Development: Pasar Rumah Menengah Dipastikan Bergairah Lebih Tinggi di Semester II/2019
Istimewa
Ilustrasi rumah tapak produk Jade Development - http://jadedevelopmentgroup.blogspot.com 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Di tahun 2019 ini, pengembang perumahan kelas menengah masih melihat potensi pasar yang besar.

Namun perhelatan pesta demokrasi di April 2019 membuat konsumen masih melakukan aksi wait and see.

"Kami memprediksi semester I tahun 2019 ini masih akan landai karena memang pasar rumah menengah ikut wait and see Pemilu," kata Reinaldo Ardian, Komisaris PT Jade Development.

"Semester II, pastinya akan bergairah lagi, karena kami optimis Pemilu akan berjalan lancar tanpa ada hal yang menghambat," ucap Reinaldo di sela kunjungan di provinsi perumahan Jade Hamlet di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Selasa (22/1/2019).

(Tim Khusus di Polres Sampang Ringkus Dua Pencuri Sepeda Motor dalam Waktu 8 Hari)

(Stabilkan Harga, Petani Buah Naga Banyuwangi Dikontrak Pembelian 150 Ton)

Produk rumah tapak menengah dengan kisaran harga mulai Rp 400an juta hingga Rp 800an juta, memiliki pasar yang cukup besar sebagai end user atau pengguna. Tapi tidak menutup kemungkinan ada juga investor.

"End user yang kemudian jadi investor juga ada. Apalagi di produk kami di Hulaan ini, sejak kami luncurkan tahun 2017 lalu, sudah ada kenaikan harga sekitar 25 persen," tambah Prany Riniwati, Direktur PT Jade Development.

Hal itu dibuktikan dari cluster Ivory I, berupa rumah menengah ukuran mulai 13 x 6 meter yang dibangun dengan tiga kamar tidur, tahun 2017 lalu dijual dengan harga mulai Rp 250an juta per unit.

Saat ini, secondary rumah di cluster tersebut sudah naik di kisaran Rp 400an juta per unit.

"Dan saat ini dari 200 unit, sudah 60 persen ditempati. Melihat antusiasme itu, kami sudah kembangkan Ivory II, dengan jumlah unit 400, saat ini sudah 75 persen yang laku. Di harga mulai Rp 400 jutaan," jelas Prani.

(Polres Jember Duga Lokasi Temuan Mayat Merupakan TKP Kedua)

(Mahasiswa PGRI Adi Buana Gelar Ujian Akhir di Royal Plaza, Dosen: Agar Mahasiswa Punya Keberanian)

Dengan melihat kondisi pasar yang ada, pengembang yang sebelumnya konsisten membangun rumah tapak dengan tiga kamar tidur ini, memberi pilihan hunian dengan dua tempat tidur.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved