Sejarah Capcay atau Cap Cai, Dulu Dianggap Makanan Murahan di China, Kini Populer di Indonesia

Sejarah capcay atau cap cai, dulu dianggap makanan murahan di China, kini populer di Indonesia.

Sejarah Capcay atau Cap Cai, Dulu Dianggap Makanan Murahan di China, Kini Populer di Indonesia
Sajian Sedap
Sejarah capcay atau cap cai 

Karena dibuat dari bahan-bahan sisa, capcay bahkan tidak dianggap sebagai "masakan".

Lalu, bagaimana orang-orang Indonesia bisa mengenal capcay?

Resep Mie Goreng Sambal Matah yang Menyegarkan dengan Aroma Pedas Memanjakan Lidah

Kemungkinan besar, capcay dibawa dari daerah Fujian, wilayah menetapnya orang-orang Hokkian.

Dalam perkembangannya, orang-orang Hokkian inilah yang dominan secara jumlah dari etnis Tionghoa di Indonesia.

Menurut Aji, para imigran Tionghoa yang tiba di Indonesia turut memasak capcay karena negeri ini kaya akan aneka jenis sayur-mayur.

Di sisi lain, pangan daging tidak begitu terjangkau.

Tak heran bila capcay yang berbasis sayuran dan mudah dibuat menjadi andalan dalam kondisi tersebut.

Hal ini pula yang membuat capcay tidak punya pakem khusus menyangkut jenis sayur-mayur yang terkandung di dalamnya.

Viral Video Buah Naga Dibuang ke Sungai di Banyuwangi karena Harga Terlalu Murah, Cek Faktanya

"Bebas. Terserah mau isinya apa, campurkan semuanya, sah," tegas Aji.

Asal-muasal ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa istilah 'capcay' bermakna 'sepuluh macam sayuran' (cap: sepuluh; cai: sayuran).

Halaman
123
Editor: Alga Wibisono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved