Bank Jatim Salurkan Kredit Rp 60 Miliar untuk BULD RSUD Dr Soedono Madiun

PT Bank Pembangunan Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim di awal tahun 2019 ini, langsung tancap gas dengan melakukan penyaluran kredit.

Bank Jatim Salurkan Kredit Rp 60 Miliar untuk BULD RSUD Dr Soedono Madiun
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Direktur Menengah Korporasi Bank Jatim, Suudi (kanan) bersama Direktur RSUD dr Soedono Madiun, dr Bangun Trapsila Purwaka, saat penandatanganan kerja sama penyaluran kredit Rp 60 miliar, di Surabaya, Selasa (22/1/2019) malam. 

TRIBUNJATIM.COM - PT Bank Pembangunan Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim di awal tahun 2019 ini, langsung tancap gas dengan melakukan penyaluran kredit.

Nilai yang disalurkan mencapai Rp 60 miliar.

"Kali ini kami menggenjot kredit melalui kredit korporasi dengan menyalurkan kredit kepada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr Soedono Madiun," kata Direktur Menengah Korporasi Bank Jatim, Suudi, di sela kegiatan penandatanganan kerja sama di Surabaya, Selasa (22/1/2019) malam.

Ada 4000 Kasus Kelainan Pasang Listrik di Madiun Sepanjang 2018, Sebagian Karena Pencurian Listrik

Ingin Seperti Inggris dan Perancis, Pakde Karwo Usulkan Raperda Pembentukan Bank Jatim Syariah

Dengan plafon Rp 60 miliar, Bank Jatim mendukung upaya RSUD dr Soedono Madiun dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat.

"Selain itu, ini merupakan langkah cepat kami untuk menggenjot kredit di awal tahun 2019," tambah Suudi.

Direktur RSUD dr Soedono Madiun, dr Bangun Trapsila Purwaka menyampaikan terima kasih kepada Bank Jatim yang memberikan dukungannya.

Gandeng Bank Jatim, PT Equity Life Indonesia Luncurkan Produk Bancassurance

Berangkatkan Peserta KKN Unmer Madiun 2019, Bupati Kaji Mbing Ceritakan Kisah Nabi Ibrahim dan Katak

"Sehingga kami bisa terus melayani masyarakat dengan baik. Untuk diketahui, kredit ini bertujuan untuk pembangunan Gedung Trauma Centre dan Intensive Care Tahap IV," jelas dr Bangun.

Dengan jangka waktu 6 tahun dan suku bunga single digit, Bank Jatim berharap kredit BLUD merupakan jawaban atas pemenuhan kebutuhan operasional SKPD yang saat ini bisa mencari anggaran sendiri dan mampu mendukung percepatan layanan dan perekonomian Jawa Timur, karena bisa mengurangi belanja APBD Pemprov Jawa Timur. (Surya/Sri Handi Lestari)

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved