Tim Writter-64 Fakultas Teknik UB Menjuarai Design Innovation Project di Institut Teknologi Bandung

Tim dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB), Writter-64, berhasil membawa pulang juara dalam Design Innovation Project 2018 di ITB

Tim Writter-64 Fakultas Teknik UB Menjuarai Design Innovation Project di Institut Teknologi Bandung
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Tim Writter-64 dari Fakultas Teknik UB yang menjuarai Design Innovation Project di ITB Bandung. 

Laporan Wartawan TribunJatim, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tim dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB), Writter-64, berhasil membawa pulang juara satu dalam Design Innovation Project 2018 di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ketua Tim, Gatot Imam S mengatakan, Writter-64 membawa ide pengendalian banjir terpadu dalam mencapai visi pembangunan nasional di daerah aliran Sungai Citarum khususnya daerah Daeyeuhkolot, Kabupaten Bandung. Penilaian lomba, dimulai sejak Oktober 2018.

"Para peserta yang terdaftar akan dinilai proposalnya oleh para juri supaya lolos ke tahap final," kata Gatot, Rabu (23/1/2019).

Ia menjelaskan, Sungai Citarum dipilih karena sungai tersebut kerap banjir.

Dari analisa Writter-64, banjir yang terjadi disebabkan oleh sedimentasi yang menyebabkan pendangkaalan.

Universitas Brawijaya dan UIN Maulana Malik Ibrahim Tambah Kuota Mahasiswa Baru di Tahun 2019

Sedangkan sedimentasi terjadi karena adanya erosi lahan, limbah cair dan limbah sampah.

"Ide yang kami bawakan untuk pengendalian banjir terpadu di Sungai Citarum sebenarnya cukup sederhana, yakni dengan menggunakan 2 perencanaan yaitu perencanaan struktural dan non-struktural,” ucap Gatot.

Gatot mengatakan, perencanaan struktural yang dimaksud yaitu dengan normalisasi atau pengerukan sedimen di dasar sungai Citarum.

Selain itu, terdapat perencanan IPAL untuk mengurangi pencemaran limbah domestik rumah tangga.

Atasi Kemacetan, Pemkot Kediri Bakal Geser Rombong PKL ke Trotoar Jalan Brawijaya

Sedangkan perencanaan non-struktural berkaitan dengan pembuatan regulasi, edukasi masyarakat, dan adanya penunjang struktural seperti relokasi dan revitalisasi.

"Sedangkan perencanaan non-struktural berkaitan dengan pembuatan regulasi, edukasi masyarakat, dan adanya penunjang struktural seperti relokasi dan revitalisasi," ujar dia.

Gatot berharap kemenangannya kali ini bisa memberikan motivasi kepada mahasiswa lain untuk berkontribusi bagi pembangunan.

"Semoga dengan kemenangan kami ini, teman-teman diluar sana bisa lebih termotivasi dalam mengembangkan kemampuan dalam diri untuk memberikan prestasi bagi almamater," ucapnya.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved