Curi CPU Excavator di Proyek Tol-SPAM Umbulan Pasuruan, Pria Surabaya Ditangkap Polisi, Ini Modusnya

Tersangka yang diamankan adalah Heri Santoso (31) warga Jalam Tambak Mayor, Kelurahan Asemrowo, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya, Minggu (27/1/2019)

Curi CPU Excavator di Proyek Tol-SPAM Umbulan Pasuruan, Pria Surabaya Ditangkap Polisi, Ini Modusnya
ISTIMEWA
Tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota saat mengamankan Heri Santoso (31), pencuri CPU excavator di proyek tol dan SPAM Umbulan. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) pekerjaan pipanisasi SPAM Umbulan Tahap 2 di Pasuruan, tepatnya Dusun Janti, Desa Dompo, Kecamatan Kraton.

Tersangka yang diamankan adalah Heri Santoso (31) warga Jalan Tambak Mayor, Kelurahan Asemrowo, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya, Minggu (27/1/2019) pagi.

Ia mencuri CPU dan monitor excavator di lokasi tersebut.

Dari tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit mobil merek Toyota Agya tahun 2013 Nopol L 1775 IU, uang tunai Rp 750 ribu, tiga buah gunting, satu gerenda, dan satu sajam jenis samurai.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso menjelaskan, modus tersangka ini dalam melakukan aksinya ini dengan berpura-pura ada kepentingan di proyek.

Jual Miras, Ibu Rumah Tangga di Surabaya Ditangkap Polisi, Dagang 5 Tahun untuk Biaya Hidup Keluarga

Selanjutnya, ia ke excavator dan merusak pintunya.

Ia merusak tempat CPU dan monitor dengan menggunakan gunting.

Setelah rusak, ia membawa CPU dan monitor itu dibawa pergi dari lokasi.

"Tersangka menjualnya. Kami juga masih mendalami di mana tersangka menjualnya dan berapa harga jualnya. Tapi kalau dari pengakuan awal, tersangka menjual hasil curiannya itu seharga Rp 750.000," kata Slamet Santoso.

Avanza Jatuh di Sungai Brantas, Detik-detik Warga Selamatkan Si Sopir, Ceburkan Diri & Nyaris Lemas

Slamet Santoso menambahkan, pihaknya masih akan mendalaminya kembali.

Dikatakannya, dalam pemeriksaan diketahui bahwa tersangka ini sedang membutuhkan uang, sehingga nekat melakukan hal itu.

Informasinya, tersangka butuh untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

"Perbuatan tersangka ini sempat membuat pembangunan proyek ini tersendat meski tak signifikan karena beberapa data ada di situ. kami juga imbau agar hati - hati menyimpan file. Kami akan komitmen untuk terus memberantas kejahatan," jelasnya. (lih)

UPDATE: Tim SAR Mulai Cari Mobil Avanza Berisi 3 Orang yang Tercebur ke Sungai Brantas Tulungagung

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Ani Susanti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved