Home Industri Makanan Tak Higienis Digrebek Polresta Kediri

Polresta Kediri mengungkap home industri UD Putri Keong di Jalan Raung, Kota Kediri karena telah memproduksi makanan tidak layak edar.

Home Industri Makanan Tak Higienis Digrebek Polresta Kediri
(Surya/Didik Mashudi)
Polisi mengangkat barang bukti pemalsuan merk dagang dari produk makanan home industri di Jl Raung, Kota Kediri, Kamis (24/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Polresta Kediri mengungkap home industri UD Putri Keong di Jalan Raung, Kota Kediri karena telah memproduksi makanan tidak layak edar.

Produk yang dihasilkan banyak dijual di pasar tradisional di sejumlah kabupaten dan kota di Jatim, Selasa (29/1/2019).

Petugas mengamankan satu tersangka atas nama Maryono (60) pemilik UD Putri Keong. Dari hasil pengecekan petugas di Kantor BPM PTSP dan Kantor Dinkes Kota Kediri ternyata izin UD Putri Keong sudah kedaluwarsa sejak 2016.

Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan di lokasi produksi sebuah rumah di Jalan Raung, Kota Kediri. Pelaku Maryono selain memproduksi bumbu tidak layak konsumsi juga melakukan repacking atau mengemas ulang untuk produk eceran.

Beberapa produk makanan tidak layak edar yang dipasarkan seperti abon sapi cap pesawat terbang, penyedap rasa dengan produk, saos raja, minyak wijen dan selai cap elang, pemanis cap tiga T, tepung jagung maizena cap Hawai dan kopi mocca rajawali.

Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi menjelaskan, petugas telah mengirimkan sampel dari produk yang dihasilkan UD Putri Keong ke tim Labfor Polda Jatim.

Polresta Kediri Gerebek Home Industri Pelezat Makanan

Fakta-fakta Ahmad Dhani Dipenjara, Postingan El Rumi dan Dul Jaelani hingga Respon Maia Estianty

Persebaya Bakal Datangkan 2 Pemain Asing Baru, Candra Wahyudi: Kita Sudah Komunikasikan

Produk makanan dan bumbu penyedap yang dihasilkan selain tidak memiliki izin edar juga dibuat tidak hiegienis sehingga tidak sesuai standar ketentuan undang-undang.

Pelaku bakal dijerat dengan pasal 135 jo pasal 71 UU RI no 18/2012 atau pasal 142 jo pasal 91 UU RI no 18/2012 tentang Pangan. Ancaman hukumannya 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 4 miliar.

Selain itu juga dijerat dengan pasal 62 jo pasal 8 UU RI no 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.

Sementara tersangka Maryono tidak dilakukan penahanan karena yang bersangkutan sedang sakit. Saat ini tersangka dalam perawatan di rumah sakit.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved