Jangan Takut Berinvestasi, Meski Ada Perhelatan Politik di Indonesia

Di tahun 2019 ini diidentifikasi sebagai tahun politik karena adanya perhelatan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg). Kegiat

Jangan Takut Berinvestasi, Meski Ada Perhelatan Politik di Indonesia
Bank Permata
Cara Beli SBR005, investasi bebas risiko 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Di tahun 2019 ini diidentifikasi sebagai tahun politik karena adanya perhelatan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg). Kegiatan politik itu cenderung diikuti dengan kondisi ekonomi yang melambat.

Namun menurut Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Carta Politika, pengalaman dari tahun ke tahun, pada setiap pelaksanaan pemilihan umum, pertumbuhan ekonomi tidak terimbas.

"Orang selalu melihat tahun politik dengan ekonomi. Saya belum melihat harga emas yang terimbas Pemilu," kata Yunanto Wijaya atau yang akrab disapa Totok, saat tampil di acara "Kemilau Harga Emas di Tahun Babi 2019", yang digelar PT Rifan Financindo Berjangka (RFB), akhir pekan lalu di Jakarta.

Kecuali saat pemilu 1999, pasca krisis moneter 1997 dan masa perubahan orde baru ke orde reformasi di tahun 1998. Tapi tetap itu akibat adanya krisis global. Tidak internal Indonesia saja.

Selanjutnya di tahun 2004, Pileg dan Pilpres tidak memberi pengaruh ekonomi.

"Kalau kita lihat IHSG dalam sejarahnya yang jatuh cukup dalam tidak pernah karena politik. Pada 1998 itu karena krisis global, 2008 IHSG anjlok karena krisis yang disebabkan subprime mortgage," jelas Totok kepada Tribunjatim.com.

Baim Wong Tukar Sepatu Raffi Ahmad dengan KW, Nagita Slavina Tahu dalam Sekali Lihat: Gue Bisa Cium

Bersama Pelajar Difabel, Iriana Joko Widodo Ajak Pelajar Banyuwangi Jauhi Narkoba

Viral, Video Anggota DPR RI Bambang Haryo Menangis Saat Sidak di Bandara Juanda

Bahkan sebaliknya, ekonomi yang mempengaruhi politik. Dalam sejarah politik di Indonesia, pimpinan negara beberapa kali lengser karena kondisi ekonomi. Seperti presiden pertama, Soekarno pada 1967 lebih banyak dipicu kondisi ekonomi.

Saat itu pemerintah orde lama tak mampu menjinakkan laju inflasi yang terbang hingga 600 persen lebih di 1966.

"Kemudian apa yang membuat Soeharto lengser? Apakah karena demo mahasiswa? Demo mahasiswa sudah terjadi sejak 1977, apakah karena ribut politik? tidak mungkin, politik Soeharto sangat kuat. Soeharto lengser karena inflasi yang sangat tinggi, nilai tukar anjlok. Jadi kenyataannya ekonomi menjadi dasar perubahan politik," ungkap Totok.

Oleh karena itu dia mengimbau agar para investor tak perlu mengkhawatirkan pesta politik yang terjadi tahun ini.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved