Kendala Utama Tak Mau Jual Olahan Adalah Dana, Ini Langkah Pemprov Jatim Dorong Petani Kopi Maju

Kendala Utama Tak Mau Jual Olahan Adalah Dana, Ini Langkah Pemprov Jatim Dorong Petani Kopi Lebih Maju.

Kendala Utama Tak Mau Jual Olahan Adalah Dana, Ini Langkah Pemprov Jatim Dorong Petani Kopi Maju
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
(Kiri ke kanan) Kadisbun Provinsi Jatim, Karyadi; Dirut Bank BPR Jatim Bank UMKM Jatim, Yudhi Wahyu; Staf Kadisbun Provinsi Jatim; dan Pembina Gapoktan Maju Mapan, Misbachul Choirul Ali saat berada di Pondok Kopi 57.58 Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim, Karyadi mengungkapkan ada beberapa faktor yang membuat petani kopi masih enggan menjual kopinya dalam bentuk olahan atau menjual di industri hilir, walaupun margin keuntungan nya berkali-kali lipat.

Hambatan tersebut salah satunya adalah minimnya dana yang dimiliki oleh petani sehingga harus buru-buru menjual biji kopinya agar segera mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari.

"Kalau menjual di Hilir, kan juga butuh tenaga untuk pemasaran dan harus belajar bagaimana mencari peluang-peluang pasar dan itu harus mempunyai tim," kata Karyadi, Selasa (29/1/2019).

Temuan Mayat di Pantai Paseban Jember Adalah Korban Pembunuhan, Polisi Bekuk Dua Pelaku di Lumajang

Tim yang dimaksud Karyadi adalah tim marketing, baik marketing yang menyasar  kepada calon konsumen secara langsung maupun melalui media sosial.

"Beberapa hambatan ini membuat petani masih mundur untuk hilir walaupun keuntungannya berkali-kali lipat," ucapnya.

Namun begitu, Pemprov Jatim, lanjut Karyadi mempunyai beberapa program agar semangat menjual di hilir tersebut tetap ada.

Salah satunya adalah memberikan bantuan berupa alat roasting kopi kepada beberapa gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang punya keinginan besar untuk menjual produknya ke hilir.

Kelompok Milenial Timur Jawa Galang Anak Muda Banyuwangi hingga Jember Dukung Jokowi-Maruf Amin

Selain itu Pemprov Jatim juga memberikan bantuan berupa kemudahan akses permodalan.

"Permodalan ini kan sering jadi kendala di kelompok, maka kami melakukan program ini agar kelompok tidak terlalu sulit mengakses permodalan dengan melalui bank UMKM Jatim maupun Bank Jatim," kata Karyadi.

Sedangkan untuk pemasaran, Pemprov Jatim mengagendakan beberapa event besar untuk mempromosikan produk-produk UMKM di Jawa Timur termasuk kopi khas Jawa Timur.

"Kita juga juga dorong agar antar galeri UMKM ini ikut mempromosikan produk UMKM yang lain, seperti misalnya galeri kopi mempromosikan produk kakao atau coklat, produk coklat ini diletakkan di galeri kopi begitu juga produk kopi akan diletakkan di galeri coklat," kata Karyadi.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved