Warga Kota Mojokerto Terdampak Jalur Ganda Inginkan Ganti Rugi dan Rusun

Warga kelurahan Prajurit Kulon dan Miji, Kota Mojokerto terutama yang tinggal di bantaran kereta api akan kehilangan rumahnya.

Warga Kota Mojokerto Terdampak Jalur Ganda Inginkan Ganti Rugi dan Rusun
TRIBUNJATIM.COM/HANIF MANSHURI
Perlintasan double track yang menjadi biang kemacetan dan laka saat turun hujan, Sabtu (22/12/2018) 

 TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Warga kelurahan Prajurit Kulon dan Miji, Kota  Mojokerto terutama yang tinggal di bantaran kereta api akan kehilangan rumahnya.

Sebab, proyek jalur ganda (double track) yang membentang dari Wonokromo hingga Jombang akan segera dilakukan.

Dari data yang didapat, di Kelurahan Prajurit Kulon sebanyak 60 keluarga terdampak proyek jalur ganda. Namun, baru 46 keluarga di Prajurit Kulon yang telah menyerahkan KTP dan KK.

Sedangkan di Kelurahan Miji berjumlah 30 keluarga. Kebanyakan dari mereka membangun rumah semi permanen maupun permanen di atas lahan PT KAI.

Para warga yang terdampak mengharapkan kepastian jatah tempat di rusun. Selain itu pula, mereka juga berharap adanya ganti rugi.

Hal itu diungkapkan oleh warga Lingkungan Kedung Kwali, Miji, Kota Mojokerto bernama Sukesih (51). Dia berharap mendapatkan ganti rugi untuk biaya pindahan rumah.

Usai Hujan dan Pasang Air Laut, Surabaya Waspada Angin Kencang

Newcastle United Vs Man City, Sergio Aguero Cetak Gol Kilat, Manchester City Ditaklukkan Newcastle

Manchester United Vs Burnley, Pemain Muda Blunder, Setan Merah Nyaris Kalah

"Ganti rugi juga untuk memberikan upah ke kuli. Rencananya barang-barang yang masih terpakai seperti kayu akan saya angkut untuk menjadi bahan bangunan rumah," katanya saat ditemui di kediamannya, Selasa (29/1).

Sukesih menceritakan, dia tinggal di bantaran rel kereta api sejak 20 tahun yang lalu. Sebelum menjadi pemukiman, dulunya area bantaran rel di Lingkungan Kedung Kwali merupakan daerah rawa-rawa.

"Mulanya hanya saya saja yang menempati tanah di bantaran rel kereta api ini. Lambat laun, banyak warga yang menempati juga," paparnya kepada Tribunjatim.com.

Sukesi membangun ruma permanen berukuran sekitar 6x3 m. Kendati rumahnya tergusur, dirinya mengaku tidak keberatan. Karena selama ini dia tidak ditarik uang sewa, meski membanguan rumah di atas tanah PT KAI.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved