Genjot SDM Tenaga Kerja Lulusan SMK, Ditjen IKMA Targetkan 300 SMK dan 60 Industri Bekerja Sama

IKMA menargetkan sebanyak 300 SMK dan 60 industri di Jawa Timur melakukan kerja sama untuk program vokasi industri tahun ini.

Genjot SDM Tenaga Kerja Lulusan SMK, Ditjen IKMA Targetkan 300 SMK dan 60 Industri Bekerja Sama
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka, Gati Wibawaningsih (kedua dari kanan), Direktur Operasional dan Marketing PT Utomodeck Metal Works, Anthony Utomo (kanan) saat ramah tamah dan diskusi program vokasi industri Ditjen IKMA bersama 30 pengusaha di Hotel Majapahit Surabaya, Rabu (30/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) menargetkan sebanyak 300 SMK dan 60 industri di Jawa Timur melakukan kerja sama untuk program vokasi industri tahun ini.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka, Gati Wibawaningsih mengatakan, program vokasi industri tersebut pada dasarnya untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM), terutama tamatan SMK.

"Karena selama ini ternyata pelaku industri banyak yang mengeluhkan terkait mendapatkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industrinya," katanya usai diskusi program vokasi Ditjen IKMA bersama 30 pengusaha di Hotel Majapahit Surabaya, Rabu (30/1/2019).

Liverpool Vs Leicester City, Meski Gagal Menang, Liverpool Tetap Lebarkan Jarak dari Manchester City

OPPO Kenalkan Aplikasi Beta AR Measurement, Bisa Ukur Jarak, Panjang dan Luas dari OPO R17 Pro

Sehingga hal tersebut perlu ditingkatkan agar kompetensi yang dimiliki tenaga kerja, terutama tamatan SMK dapat selaras dengan kebutuhan industri saat ini.

"Maka dari itu melalui pertemuan ini, kami juga butuh masukan dari pelaku industri. Kalau tidak dapat masukan atau saran, program juga tidak akan bisa memenuhi sesuai kebutuhan," terangnya.

Sebab, lanjutnya, pemerintah hanya memberikan fasilitas dan yang lebih mengetahui kebutuhan ialah pelaku industri.

Pemesanan Periode Pertama Dibuka, Huawei Y7 Pro Terjual 16 Ribu Unit dalam Waktu 12 Menit

Atalanta Vs Juventus, Nyonya Tua Dibantai 0-3, Atalanta Lolos ke Semifinal Coppa Italia

Sehingga apabila saran yang didapatkan bersifat umum bisa dimasukkan ke kurikulum SMK.

Sementara, jika saran dari pelaku industri bersifat khusus akan dimasukkan ke pelatihan.

"Jadi, nanti para tenaga kerja lulusan SMK ini bisa terserap oleh industri karena yang dipelajari sekolah itulah yang dibutuhkan industri. Siap pakai dan tidak ada lulusan SMK pergi ke Balai Latihan Kerja (BLK) lagi," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved