Ada 48 Pasien Demam Berdarah di Jember Pada Januari Ini, Giatkan Warga Lewat Berantas Sarang Nyamuk

Ada 48 Pasien Demam Berdarah di Jember Selama Januari Ini, Giatkan Warga Lewat PSN dan fogging.

Ada 48 Pasien Demam Berdarah di Jember Pada Januari Ini, Giatkan Warga Lewat Berantas Sarang Nyamuk
Istimewa
Ilustrasi nyamuk demam berdarah 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember menemukan 48 kasus demam berdarah (DB) di bulan Januari 2019.

Jumlah ini lebih banyak dibandingkan pada bulan yang sama di tahun 2018, yang mencapai 31 kasus.

Jumlah pasien positif DB di bulan Januari ini juga meningkat dibandingkan bulan Desember 2018.

Meski ada peningkatan kasus, Kepala Dinkes Jember Siti Nurul Qomariyah menegaskan tidak ada penetapan kejadian luar biasa (KLB) terkait temuan kasus DB di Jember.

Polres Jember Razia Balap Liar di Jalan Gajah Mada, 15 Motor Ngandang

"Tidak ada kasus KLB untuk DB di Jember, juga tidak ada kematian. Untuk jumlah yang positif terkena DB di bulan Januari mencapai 48," kata Nurul, Jumat (1/2/2019).

Temuan kasus DB paling banyak ada di Desa Kemuningsari Kidul Kecamatan Jenggawah, juga ada di Kecamatan Sumbersari dan Kaliwates.

Menurut Nurul, untuk daerah yang ditemukan kasus positif DB, Dinkes melalui Puskesmas masing-masing langsung mengecek lokasi.

Dinkes menggerakkan kader Posyandu untuk memantau jentik di daerah masing-masing.

25.200 Pak Rokok Ilegal di Jenggawah Jember Disita Polisi, Kerugian Capai Rp 118 Juta

"Kami minta warga menggiatkan dan makin meningkatkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara 3-M plus. Plusnya ini memberi kelambu. Dan sebaiknya jangan tidur pagi sekitar jam 10 pagi supaya tidak digigit nyamuk penyebar DB," imbuh Nurul.

Untuk pengasapan, lanjut Nurul, dilakukan jika di satu kawasan ditemukan minimal tiga kasus pasien DB.

Menurutnya pengasapan atau fogging hanya akan membunuh nyamuk di waktu tersebut, namun tidak dalam jangka panjang.

Cara efektif menekan peredaran nyamuk penyebab DB adalah melakukan PSN secara intensif.

"Jadi diberantas dari akarnya, dari jentiknya dan calon jentik. PSN minimal seminggu sekali. Waspadai genangan air bersih," pungkas Nurul.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved