Akibat Hujan Deras, Jalan Raya di Kabupaten Kediri Jadi Aliran Sungai, Penuh Sampah dan Lumpur

Hujan deras yang melanda Desa Karangdinoyo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri telah mengakibatkan aliran air bah meluber hingga ke jalan raya.

Akibat Hujan Deras, Jalan Raya di Kabupaten Kediri Jadi Aliran Sungai, Penuh Sampah dan Lumpur
SURYA.CO.ID/DIDIK MASHUDI
Hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri membuat air meluber ke jalan, Jumat (1/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Hujan deras yang melanda Desa Karangdinoyo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri telah mengakibatkan aliran air bah meluber hingga ke jalan raya, Jumat (1/2/2019).

Aliran air yang meluber ini terlihat di jalan raya timur Pasar Karang Dinoyo, Kecamatan Kepung. Aliran yang meluber juga bercampur dengan aneka macam sampah dan warna coklat pekat.

Sejumlah warga mengungkapkan, hujan turun sangat deras sehingga air yang mengalir lewat selokan meluber ke jalan.

"Baru kali ini airnya meluber deras ke jalan," ungkap Ali Mastur (35) warga setempat kepada tribunjatim.

Lima Nelayan Sumenep yang Hilang Berhasil Ditemukan, Sempat Terombang-Ambing di Laut Bali

Biasanya memang terjadi luberan air hujan namun tidak begitu deras. Apalagi daerah sekitarnya juga dikenal menjadi aliran lahar Gunung Kelud.

Melubernya air bercampur lumpur sempat membuat was-was warga. Mereka khawatir jika hujan turus deras lagi, terjadi banjir.

"Banjirnya ketinggiannya sekitar 30 cm, tapi juga bercampur dengan lumpur," tambahnya.

Penolakan Kilang Minyak Pertamina-Rosneft di Tuban, Jokowi: Sampaikan ke Bupati atau Gubernur

Sementara menjelang petang, ketinggian air telah mulai surut setelah hujan deras mulai reda. Namun banyak material lumpur, pasir, kerikil dan batu yang berserakan di jalan.

Sementara Rendy Agata, Plt Kepala BPBD Kabupaten Kediri saat dikonfirmasi TribunJatim.com membenarkan terjadinya luapan air hujan yang meluber ke jalan raya.

CARA MUDAH - 5 Tips dari Dokter Basmi Jentik Nyamuk Aedes Aegypti yang Sebabkan Demam Berdarah

"Memang ada banjir tapi bukan banjir bandang dan kondisinya sampai saat ini aman. Kami masih menunggu perkembangam lebih lanjut," ungkapnya.

Diakui Rendy Agata, curah hujan yang mengguyur kawasan Lereng Gunung Kelud sangat lebat. Namun kondisinya sekarang sudah mulai surut.

"Kami masih menunggu laporan lengkap dari teman-teman di lapangan," jelasnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved