APTI Berharap Perda Kawasan Tanpa Rokok di Surabaya Hanya Untuk Atur Perilaku Merokok Saja

Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) berharap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang sedang digodok DPRD Surabaya.

APTI Berharap Perda Kawasan Tanpa Rokok di Surabaya Hanya Untuk Atur Perilaku Merokok Saja
SURYA/DAVID YOHANES
Seorang buruh petik tengah memetik daun tembakau yang sudah menua, di sawah Desa Kendal, Kecamatan Gondang, Tulungagung, Rabu (25/10/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) berharap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang sedang digodok DPRD Kota Surabaya hanya untuk mengatur perilaku merokok saja.

"Dan tidak masuk ke ranah produk tembakau atau lainnya. Kami minta para anggota dewan nantinya lebih jeli dan bijak melihat Perda KTR ini, sebab Surabaya bisa menjadi contoh daerah lain," kata Soeseno, Ketua APTI, Jumat (1/2/2019).

Menurut Soeseno, saat ini petani tembakau sudah mengalami kesulitan akibat produk tanaman yang kurang terserap.

Sebelum Ahmad Dhani Dipenjara, Maia Estianty Beri Nasihat Khusus Dul Jaelani Soal Mulan Jameela

Dul Jaelani Beri Sindiran Pedas ke Ibunya Soal Ahmad Dhani, Maia Estianty Diminta Kunjungi Penjara

Ariel Noah Dirumorkan Dekat dengan Pevita Pearce, Luna Maya: Memang Dari Dulu Kayaknya

Sementara serapan yang masih tersisa, masih dari sektor industri rokok.

"Bila anggota dewan salah dalam mengambil keputusan terkait Perda KTR, bisa berdampak luas bagi ekonomi Jawa Timur, sebab Jatim menjadi basis produksi tembakau nasional," tambahnya.

Saat ini sekitar 60 persen produksi tembakau nasional disumbang Jawa Timur, dengan kisaran produksi mencapai 120.00p ton hingga130.000 ton per tahun, dari total produksi nasional yang mencapai sekitar 190.000 ton.

Bahas Mantan Pacar dengan Ria Ricis, Aurel Akui Pernah Dikecewakan hingga Ungkap Sosok Pria Idaman

Siap-siap! Pendaftaran SNMPTN akan Digelar Senin Depan, Jangan Lupa Lihat Hasil Ranking Kamu

Empat Warga Jember Tewas, Sekitar septic Tank Masih Terpasang Garis Polisi

Selain itu jumlah petani dan buruh tani tembakau di Jawa Timur juga cukup besar.

Yaitu sekitar 600.000 orang, dan menggarap lahan seluas 110.000 hektare.

"Artinya, potensi ekonomi Jatim dari sektor tembakau juga cukup besar, dan Surabaya harus melihat potensi ini, sehingga menjadi solusi bersama," ungkap Soeseno.

APTI tidak menolak adanya Perda KTR di Surabaya, sebab sudah menjadi amanah undang-undang.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved