Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Jelaskan Soal Fenomena Banjir di Lautan Pasir Bromo

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) memberikan keterangan terkait adanya banjir di aliran sungai kawasan Gunung Bromo.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Jelaskan Soal Fenomena Banjir di Lautan Pasir Bromo
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kamis (31/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KLOJEN - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru  (BBTNBTS) memberikan keterangan terkait adanya banjir di aliran sungai kawasan Gunung Bromo.

Peristiwa itu akhir-akhir ini viral di media sosial yang menimbulkan banyak polemik dan pertanyaan di masyarakat.

Sarif Hidayat, Humas TNBTS menjelaskan dalam rilis yang dikeluarkan pada Sabtu (2/2/2019), fenomena tersebut terjadi pada Jumat 25 Januari 2019 antara pukul 14.00 - 17.45 wib.

Antisipasi Banjir di Kawasan Lautan Pasir, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Siagakan Personil

Sajian Imlek 2019 - Tips Mengolah Pindang Bandeng agar Bumbunya Meresap dan Tak Mudah Hancur

Peristiwa itu terjadi karena curah hujan dengan intensitas yang cukup tinggi di sekitar kawasan Bromo.

"Laut pasir Bromo berada pada posisi lembahan yang dilingkari oleh beberapa pegunungan yaitu Pegunungan Tengger, Bromo, Batok, Widodaren, Watangan dan Keciri. Sehingga dengan kondisi geografis ini apabila terjadi musim hujan dengan intensitas yang cukup tinggi kawasan Wisata Bromo akan menjadi lokasi limpasan air dari pegunungan yang ada di sekitarnya," ujar Sarif, Sabtu (2/2/2019).

Ditegaskan Sarif, fenomena tersebut biasa saja. Struktur sifat pasir dengan porositas atau kemampuan menyerap air tinggi dan lembek mengakibatkan air yang mengalir dalam jumlah besar membentuk aliran sungai.

Itulah gambaran seperti yang sekarang viral.

"Akan tetapi karena sifat dan struktur pasir itulah yang justru menyebabkan aliran air dalam jumlah besar berlangsung lama sekitar sejam. Setelah itu air akan segera surut dan kondisi akan normal seperti biasanya," terangnya.

Laga Persinga vs Persebaya Kembali Ditunda, Djanur: Program Tetap Jalan

Makna Sebenarnya dari Gongxi Facai, Bukan Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek, Lho!

Sarif menerangkan, bagi wisatawan atau pengunjung yang kebetulan melewati atau berada pada lokasi kejadian tersebut akan menyulitkan untuk melakukan mobilisasi karena terhambat oleh aliran air.

Oleh sebab itu, faktor ketenangan dan kewaspadaan terhadap apa yang terjadi menjadi kunci atau faktor penting dalam menyikapi fenomena banjir di laut pasir tersebut.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved