Banjir Surabaya Barat

Banjir Surabaya, Sebaiknya Perubahan Kawasan Tetap Harus Menjaga Debit Air

Surabaya Barat yang digenangi banjir membuat masyarakat kaget. Meski banjir di wilayah bukan kali pertama. Sebelumnya Surabaya Barat juga pernah dilan

Banjir Surabaya, Sebaiknya Perubahan Kawasan Tetap Harus Menjaga Debit Air
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Sejumlah mobil tertahan di salah satu komplek perumahan elit Citraland dan Ciputra Land di Surabaya Barat, Kamis (31/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Surabaya Barat yang digenangi banjir membuat masyarakat kaget. Meski banjir di wilayah bukan kali pertama. Sebelumnya Surabaya Barat juga pernah dilanda banjir hingga menggenangi sejumlah tempat.

Namun yang mengagetkan adalah banjir tersebut merendam dan menggenangi perumahan elit di Surabaya Barat. Tidak hanya perumahan elit, perumahan lain juga tergenang. Belakangan ini pengembang telah menjadikan Surabaya Barat sebagai kawasan perumahan baru.

Ahli Hidrologi dan Drainase ITS Hafiizh Imaaduddiin menuturkan kepada surya bahwa fenomena banjir di Surabaya memang mengagetkan. Apalagi Kota Surabaya dikenal dengan kota yang pembangunan sistem drainasenya yang berkelanjutan.

Surabaya sangat memperhatikan saluran air hingga kota ini memiliki Surabaya Drainase Master Plan (SDMP). Sistem ini sudah berjalan dengan periodesasonya.

"Semula ada SDMP 2000-2018 yang sudah berjalan dan sekarang SDMP 2018-2032 dalam tahap penyelesaian," kata Hafizh kepada Tribunjatim.com, Jumat (1/2/2019).

Dosen ITS ini melihat bahwa Kota Surabaya telah merencanakan sistem drainase dengan baik. Apalagi Surabaya dikenal dengan proyek box culvert yang menutup drainase.

Sistem yang berjalan ini hanya perlu monitoring. Apakah kesesuaian di lapangan sudah sesuai dengan perencanaan SDMP yang ada.

Saat banjir melanda Surabaya Barat termasuk menggenangi perumahan elit, Hafizh harus melihat wilayah itu dalam benerapaj kawasan. Namun sebenarnya Surabaya Barat itu awalnya adalah kawasan dengan tipologi lembah. Artinya adalah daerah resapan.

Banjir di Sambikerep Surabaya, Akses Jalan Sempat Terputus

Ulama Kharismatik NU, KH Maimoen Zubair Doakan Jokowi-Prabowo, Tapi Condong ke Sosok di Sisi Kirinya

Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang, Tri Rismaharini: Hindari Pohon dan Reklame

Kemudian berkembang sesuai dinamika dan kebutuhan masyarakat banyak yang menjadi permukiman. Termasuk pengembang yang membuat perumahan di wilayah ini.

"Surabaya Barat tipografinya memang lembah. Berubahnya kawasan seharusnya tetap memperhatikan sistem drainase sehingga debit air terjaga," tandas Dosen Teknik Sipik ITS itu kepada Tribunjatim.com.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved