BNI dan BCA Beri Kredit Sindikasi Intiland Mencapai Rp 2,8 Triliun

Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk mendapatkan fasilitas kredit sindikasi perbankan senilai Rp 2,8 triliun.

BNI dan BCA Beri Kredit Sindikasi Intiland Mencapai Rp 2,8 Triliun
Surya/Sri Handi lestari
Maket salah satu proyek Intiland yang ada di Jakarta. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk mendapatkan
fasilitas kredit sindikasi perbankan senilai Rp 2,8 triliun.

Fasilitas kredit sindikasi dengan tenor delapan tahun itu (sampai dengan 2026) dikucurkan Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Central Asia (BCA).

Dari dua bank itu, masing-masing senilai Rp 1,63 triliun (58,33 persen) dan Rp 1,17 triliun (41,67 persen) dengan tingkat bunga 10,5 persen.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono, menyampaikan apresiasi atas kerjasama dan dukungan BNI dan BCA dalam pengucuran fasilitas kredit sindikasi ini.

(Marketing Sales Intiland di 2018 Turun Akibat Kondisi Pasar dan Minat Beli Drop)

(Tahun 2019, Permintaan Apartemen di Surabaya Tidak Berubah)

"Pemberian fasilitas pembiayaan ini merupakan wujud kepercayaan sektor perbankan dan keuangan terhadap prospek usaha perseroan di masa mendatang. Kami memberikan apresiasi terhadap kepercayaan dan dukungan BNI dan BCA terhadap Intiland," kata Archied, Jumat (1/2/2019).

Pengucuran fasilitas kredit sindikasi ini memberikan dampak positif bagi Intiland untuk mengeksekusi rencana-rencana strategis dan memperkuat struktur keuangan serta meningkatkan kinerja usaha.

Pemberian fasilitas kredit sindikasi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerjasama yang telah
dijalin sejak September tahun lalu.

Pengucuran fasilitas kredit sindikasi tersebut secara resmi telah ditandatangi oleh masing-masing pihak Intiland, BNI, dan BCA pada 21 Desember 2018.

Archied menjelaskan bahwa fasilitas pendanaan ini merupakan kredit investasi yang digunakan untuk pendanaan ulang (refinancing) dan menambah modal kerja (working capital).

Perseroan rencananya mengalokasikan sebagian besar kucuran kredit tersebut untuk refinancing pinjaman ke delapan bank dan melunasi hutang obligasi yang jatuh tempo pada pertengahan tahun ini.

(70 Persen Apartemen Gunawangsa Tidar Mulai Dihuni, The Central Mall Lakukan Soft Opening)

(The Kalindra akan Bangun Apartemen Ekslusif di Lokasi Strategis Kota Malang)

Intiland pada saat ini tercatat memiliki pinjaman ke sejumlah bank dengan tingkat bunga dan tenor pinjaman yang berbeda-beda.

Kondisi ini menyebabkan model pengelolaan hutang menjadi kurang efisien dari sisi cost of fund maupun proses administrasinya.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved