Kebiasaan Buruk Anak Bisa Jadi Berasal dari Orang Tuanya, Begini Penjelasan Ahli

Rosalynn, Academic Directress Montessori Haus Asia Singapore hadir dalam acara Kokoro Learning Center di Pakuwon Mall Surabaya, Sabtu (2/2/2019).

Kebiasaan Buruk Anak Bisa Jadi Berasal dari Orang Tuanya, Begini Penjelasan Ahli
TRIBUNJATIM.COM/HEFTY SUUD
Ms Rosalynn, Academic Directress Montessori Haus Asia Singapore saat mengisi talkshow dalam acara parenting seminar yang diadakan Kokoro Learning Center di Atrium B1 Pakuwon Mall Surabaya, Sabtu (2/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rosalynn, Academic Directress Montessori Haus Asia Singapore hadir dalam acara Kokoro Learning Center di Pakuwon Mall Surabaya, Sabtu (2/2/2019).

Dalam kesematan itu, dia menjelaskan sikap buruk anak bisa jadi bersumber dari orang tua.

"Kadang orangtua sebel ya kalau anaknya penakut, sama kecoa takut, sama semut takut dan masih banyak lagi. Padahal ketakutan anak itu sebenarnya bersumber dari orangtuanya," ujar Rosalynn.

Menurutnya, referensi terdekat seorang anak adalah orangtuanya.

Sehingga apabila orangtuanya memiliki ketakutan pada hal tertentu, sangat mungkin anak pun mengikutinya.

(Prediksi Pemain Arema FC Vs Persita Tangerang di Leg Kedua Babak 32 Besar Piala Indonesia)

(Pemotretan Anak Mayangsari Dikomentari Rekan Artis, Istri Bambang Trihatmodjo Langsung Beri Balasan)

"Jadi kalau punya anak tidak penakut, orangtua harus merecover rasa takutnya. Sehingga akan akan mencontoh untuk berani seperti mama papanya," tutur Rosalynn.

Ada satu hal lagi yang tidak disukai sebagian besar orang tua, yaitu memiliki anak yang sering berbohong.

"Biasanya, anak akan berbohong ketika dia sengaja atau tidak sengaja melakukan sesuatu yang dilarang oleh orangtuanya. Kenapa dia bohong? Karena dia tahu orangtuanya akan marah, bahkan ada yang memukul," ujar Rosalynn.

Sikap-sikap orangtua kepada anak, bisa menjadi alasan mengapa anak berbohong.

Sebab ia takut terhadap reaksi orangtuanya, ketakutan itu kerap mendorongnya untuk bohong.

"Coba kita berbicara secara terbuka dengan anak, tanpa memberikan reaksi-reaksi yang membuatnya takut. Katakanlah dia melakukan hal yang dilarang, misal makan permen, tanyakan kenapa dia makan, apa alasannya? Buat dia nyaman, sehingga dia tidak ragu untuk berkata jujur," tutur Rosalynn.

(English First Luncurkan EF Small Stars, Untuk Anak 3-6 Tahun, Kegiatan Banyak Menyanyi dan Menari)

(Pemotretan Anak Mayangsari Dikomentari Rekan Artis, Istri Bambang Trihatmodjo Langsung Beri Balasan)

Dalam kasus anak gemar berbohong, Rosalynn menambahkan, orangtua perlu kembali mengingat apakah ia pernah berbuat sesuatu yang membuat anak belajar untuk berbohong.

"Contohnya saat anak mengangkat telpon. Pernah nggak orangtua menyuruh anak untuk bilang 'sssst mama tidak ada' untuk menghindari telepon dari orang yang tidak diinginkan. Hal itu, sadar atau tidak membuat anak belajar untuk bohong," ujar Rossalyn.

(Anggota Dewan Sidak DBD, Malah Temukan Pasien Anak Dirawat di Lorong Ruangan RSUD Jombang)

(Sempat Dikejar Keluarganya, Anak Muda Ini Nekat Terjun ke Sungai, Padahal Tidak Bisa Berenang)

Penulis: Hefty Suud
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved