KLB DBD, Dinkes Ponorogo PLakukan PSN dan Fogging di 17 Kecamatan

Untuk mencegah merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Ponorogo, Jawa Timur, melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara

KLB DBD, Dinkes Ponorogo  PLakukan PSN dan Fogging di 17 Kecamatan
ISTIMEWA
Ilustrasi 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Untuk mencegah merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Ponorogo, Jawa Timur, melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak di seluruh Ponorogo, Jumat (1/2/2019) pagi.

"Hari ini kami melakukan PSN secara serentak di seluruh Kabupaten Ponorogo, sebagai langkah untuk membasmi jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini saat dihubungi, Jumat (1/2/2019) sore.

Dia menjelaskan, banyaknya nyamuk di Ponorogo disebabkan karena faktor cuaca.

"Faktor cuaca, panas-hujan, panas-hujan, kalau sekalian hujan deras kan sekalian hujan deras kan mengalir, kalau panas-hujan, panas-hujan, banyak terjadi genangan dipakai berkembang biak nyamuk," katanya kepada Tribunjatim.com.

Selain melakukan, PSN serentak juga dilakukan fogging. Rencananya, mulai Senin (4/2/2019) mendatang akan dilakukan fooging secara menyeluruh di 17 kecamatan dengan menggunakan mobil fogging yang dipinjam dari Dinas Kesehatan Provinsi Jatim.

Usai Ikuti Kursus AFC Pro, Pelatih Persebaya Ungkap Perbedaan Sepak Bola Indonesia dan Spanyol

Penolakan Kilang Minyak Pertamina-Rosneft di Tuban, Jokowi: Sampaikan ke Bupati atau Gubernur

Setelah Amido Balde dan Oktavio Dutra, Pemain Asing Ketiga Persebaya Surabaya Datang Minggu Depan

"Setiap hari kami lakukan fogging, di daerah yang terindikasi perlu dilakukan fogging. Akan tetapi karena sudah ditetapkan KLB, akan dilakukan fooging secara menyeluruh di seluruh kecamatan," katanya Kepada Tribunjatim.com.

Dia menambahkan, dibutuhkan kerjasama semua pihak khususnya masyarakat untuk melakukan PSN secara rutin, minimal seminggu sekali. Sebab fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, namun tidak membunuh jentik nyamuk.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dengan 3M, yaitu menguras bak mandi, menutup penampungan air, dan mengubur barang untuk memutus siklus hidup jentik nyamuk.

"Bila ada keluarga yang sakit panas, selama dua hari berturut-turut segera diperiksakan ke dokter atau puskesmas," tambahnya (rbp/TribunJatim.com).

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved