Berkat Tol Laut, Distribusi Sapi dari NTT Jadi Mudah, Hewan Ternak yang Dikirim Juga Tidak Stres

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Fini Murfiani mengatakan, adanya tol laut memberikan dampak positif.

Berkat Tol Laut, Distribusi Sapi dari NTT Jadi Mudah, Hewan Ternak yang Dikirim Juga Tidak Stres
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Suasana Seminar Nasional Tol Laut dan Peresmian Operasional Kapal Sabuk Nusantara 92 dan Kendhaga Nusantara 3 di atas KM Dorolonda, Senin (4/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Fini Murfiani mengatakan, adanya tol laut memberikan dampak positif kepada distribusi hasil peternakan terutama sapi dari NTT.

Sebelum ada tol laut, distribusi sapi dari NTT ke seluruh provinsi bisa dibilang asal-asalan karena menggunakan kapal kayu yang keamanannya tidak jelas.

"Atau jika bisa naik kapal cargo pun, sapi-sapi kita hanya mengisi tempat sisa, kalau tidak ada sisa, sapinya tidak jadi berangkat," katanya dalam Seminar Nasional Tol Laut yang diselenggarakan dalam rangka Hari Pers Nasional 2019 di atas KM Dorolonda yang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/2/2019).

Sinopsis The Forbidden Kingdom yang Dibintangi Jackie Chan, Saksikan di Trans TV, Senin (4/2/2018)

Datangkan Banyak Pemain Anyar, Bek Persebaya Ini Mengaku Sangat Senang

Sembunyikan Sabu-Sabu di Perut Boneka Buaya, Ibu 34 Tahun Asal Bangkalan Diciduk Polda Jatim

Sehingga setelah ada tol laut tersebut, lanjutnya, melalui KM Camara Nusantara peternak bisa mendapatkan kepastian kapan sapinya bisa dikirim.

"Saat ini Kementerian Perhubungan telah memberikan 6 KM Camara Nusantara dan itu sudah memenuhi loading faktor sekitar 78-80 persen," lanjutnya.

Kata dia, untuk mengirim sapi memang harus menggunakan pelayaran khusus agar sapi tidak stres.

"Kalau ditempatkan bersama barang, sapi-sapi ini menjadi stres dan tidak mau makan, dan ketika sampai tujuan, misalnya dari NTT ke Jakarta bobotnnya bisa turun dari 15 sampai 20 persen," katanya.

Ban Meletus, Hardtop Hantam Dua Sepeda Motor di Dekat Pemkab Blitar

Mendikbud RI Muhadjir Effendy Janji Segera Realisasikan Upah Guru Honorer Sesuai UMK Mulai 2019 Ini

Pembangunan Terminal Joyoboyo Sudah 31,25 persen, Target Rampung Akhir Tahun 2019

Setelah adanya KM Camara Nusantara ini, Fini mengatakan, setidaknya penurunan bobot sapi paling tinggi berada di angka 9 persen.

"Yang lebih penting lagi adalah animal fairness, di KM Camara Nusantara ini sapi bisa duduk nyaman, jadi tidak stres dan itu mempengaruhi kualitas daging," tuturnya.

Menurutnya, sapi tidak terus berdiri selama perjalanan dan bisa istirahat, hal tersebut akan membuat kualitas dagingnya terjaga karena ototnya tidak menjadi keras.

"Adanya tol laut ini bisa memutus mata rantai distribusi dan peternak bisa langsung merasakan manfaatnya yang lebih penting mereka jadi punya bargaining posisition dalam menentukan harga," pungkasnya

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved