Info Sehat

Sempat Divonis Diganggu Jin, Orang Tua Pasien Skizofrenia Ngotot Bawa Anaknya ke Psikiater

Keluarga memilki peran penting dalam memperbaiki kondisi orang dengan skizofrenia (ODS).

Sempat Divonis Diganggu Jin, Orang Tua Pasien Skizofrenia Ngotot Bawa Anaknya ke Psikiater
ISTIMEWA
Ilustrasi skizofrenia 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Keluarga memilki peran penting dalam memperbaiki kondisi orang dengan skizofrenia (ODS).

AD (nama samaran) ialah salah satu orang tua ODS yang tergabung dalam Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Surabaya. Kepada surya.co.id, AD berbagi cerita.

Ia menuturkan bahwa anaknya pertama kali berperilaku aneh ketika sekolah menengah atas (SMA). Keanehan yang diperlihatkan, lanjut AD, seperti halusinasi.

"Ketika ia pulang sekolah, ia bilang kalau di depan rumah banyak orang. Padahal tidak ada. Seperti berhalusinasi," tuturnya.

Setelah itu, AD mengajak anaknya berobat secara spiritual melalui kyai.

Cerita PL, Orang dengan Skizofrenia: Biasanya ODS Itu Introvert, Emosi Dipendam Sendiri

"Ia sempat dirawat (oleh kyai). Kata kyai, tidak perlu pergi ke dokter karena anak saya seperti dimasuki jin. Tapi saya tidak mau, saya tetap bawa anak saya ke dokter," kata AD.

AD menjelaskan bahwa ketika itu anaknya tidak bisa tidur di malam hari. Setelah berobat ke psikiater dan mengonsumsi obat-obatan, ia menuturkan bahwa anaknya mulai bisa tidur.

"Setelah dari dokter (psikiater), kondisinya membaik," jelasnya.

Menurut AD,  keluarga sangat berperan dalam memperbaiki kondisi ODS.

INFO SEHAT - Bahaya Skizofrenia, KPSI Berikan Ruang Bagi Penyandang Skizofrenia untuk Saling Berbagi

"Peran keluarga sangat penting. Alhamdulillah, keluarga sangat menyayangi anak saya. Orang tua, tante, om, kakak, dan anggota keluarga lain menyayanginya sehingga ia merasa diperhatikan," jelas AS

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved