Menteri Kelautan dan Perikanan Susi: Nelayan Yang Tangkap Baby Lobster, Bodoh Tenan

usi Pudjiastuti sempat geram saat menemukan alat penangkap baby lobster di Pantai Mutiara, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi: Nelayan Yang Tangkap Baby Lobster, Bodoh Tenan
SURYA.CO.ID/DAVID YOHANES
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti saat berdialog dengan nelayan Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. 

 
TRIBUNJATIM,COM, TRENGGALEK - Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti sempat geram saat menemukan alat penangkap baby lobster (benur) di Pantai Mutiara, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Alat yang terbuat dari ijuk itu didapat Susi saat padling menuju pantai yang masih alami ini.

Susi pun mengungkapkan kekesalannya saat berdialog dengan nelayan di desa ini, Senin (4/2/2019).

Menurutnya, apa yang dilakukan para nelayan dengan menangkap baby lobster adalah sesuatu yang bodoh.

Benur-benur itu ditangkap dan dijual Rp 30.000 per ekor.

Sementara bandar yang menjadi pengepul sudah mengambil keuntungan Rp 15.000 per ekor.

Padahal jika dibiarkan beberapa lama, benur itu bisa laku jutaan rupiah.

“Gak usah ngurus, gak usah memberi makan, ditunggu sebentar saja sudah jadi Rp 1.000.000. Kok dipanen, dijual Rp 30.000, bodo tenan to? (bodoh benar kan?),” ujar Susi disambut tawa para nelayan kepada Tribunjatim.com.

Susi juga menyesalkan, sebab selama ini nelayan hidup dan besar dari laut, tapi kurang bisa menjaga laut.

Menangkap baby lobster sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.

Sebab ke depan tidak ada lagi lobster besar yang bisa ditangkap.

“Masa panen lobster biasanya September - Oktober saat masim hujan. Kenapa dipanen Mei – Juni?” ucap Susi geram kepada Tribunjatim.com.

Berkat Tol Laut, Distribusi Sapi dari NTT Jadi Mudah, Hewan Ternak yang Dikirim Juga Tidak Stres

Dianggap sebagai Alat Agregasi Ikan, Menteri Susi Akan Menghancurkan Semua Rumpon di Laut Indonesia

Sembunyikan Sabu-Sabu di Perut Boneka Buaya, Ibu 34 Tahun Asal Bangkalan Diciduk Polda Jatim

Menurutnya, laut tidak hanya berisi lobster. Karena itu nelayan lebih baik menangkap ikan lain, dari pada menangkab baby lobster.

Kelangsungan laut akan tergantung pada kemauan nelayan untuk menjaga laut.

“Saya buat aturan untuk memakmurkan rakyat, buat anak cucu, cicit sampeyan (anda). Bukan buat saya,” pungkasnya. (David Yohanes/Tribunjatim.com)

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved