Produk UD Putri Keong Asal Kediri Belum Ditarik Dari Pasar

- Sejumlah produk UD Putri Keong yang digrebek Polresta Kediri masih banyak beredar di pasar wilayah Kabupaten Kediri. Sejauh ini belum ada upaya untu

Produk UD Putri Keong Asal Kediri Belum Ditarik Dari Pasar
(Surya/Didik Mashudi)
Polisi mengangkat barang bukti pemalsuan merk dagang dari produk makanan home industri di Jl Raung, Kota Kediri, Kamis (24/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Sejumlah produk UD Putri Keong yang digrebek Polresta Kediri masih banyak beredar di pasar wilayah Kabupaten Kediri. Sejauh ini belum ada upaya untuk menarik produknya dari pasar.

Salah satu makanan yang masih banyak beredar di pasar adalah abon sapi Cap Pesawat Terbang. Kemasan abon sapi ini ada yang berupa kemasan kotak dan saset.

Pantauan tribunjatim Selasa (5/2/2019), kemasan abon ini masih banyak diperjual belikan di Pasar Pare. Malahan stok di sejumlah kios juga masih tersedia banyak.

Produk lainnya minyak Wijen dan saos Raja Rasa Cap Elang juga masih dijual bebas. Kemasannya ada yang berupa botol plastik kecil dan botol kaca ukuran besar satu liter.

UM (50) salah satu pedagang menjelaskan, permintaan abon sapi saat ini lagi sepi. Produk ini baru ramai terjual saat ada musim hajatan.

"Pembeli abon tidak banyak, sehari biasanya hanya laku 3 sampai 5 bungkus," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Sementara pembeli minyak wijen dan raja rasa rata-rata penjual nasi dan mie goreng yang telah menjadi langganannya.

"Pembelinya warung dan pedagang PKL," ungkapnya kepada Tribunjatim.com.

Minim Darah, PMI Cabang Magetan Terancam Kolaps

Iis Dahlia Sebut Uang Hasil Prostitusi Duit Setan Dimakan Jin: Lebih Baik Kerja yang Halal

Tersangka Pemodal Sabu-sabu 18 KG, Ternyata Belajar dari Mertuanya Ketika di Malaysia

Prediksi Soal-soal SBMPTN 2019 Beserta Kunci Jawabannya Agar Lolos Tes, Download di Sini

Pedagang ini mengaku tidak mengetahui kelayakan edar produk yang dijualnya. Karena barang yang dijual dipasok oleh pedagang grosir yang datang seminggu atau dua minggu sekali ke kiosnya.

"Barang yang afkir biasanya ditarik lagi," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved