Aplikasi

Instagram Akan Hadirkan Fitur Baru yang Akan Sembunyikan Foto-Foto Sensitif

Instagram mulai menanggapi serius konten sensitif terkait bunuh diri, atau upaya menyakiti diri sendiri dengan fitur "sensitivity screens"

Instagram Akan Hadirkan Fitur Baru yang Akan Sembunyikan Foto-Foto Sensitif
brandsynario.com
Ilustrasi Instagram 

TRIBUNJATIM.COM - Instagram mulai menanggapi serius konten sensitif terkait bunuh diri, atau upaya menyakiti diri sendiri. Platform berbagi foto dan video itu akan menggunakan fitur bernama "sensitivity screens", yang akan menyamarkan konten sensitif dengan efek blur.

CEO Instagram, Adam Mosseri menyampaikan hal tersebut. Selain menutupnya dengan "sensitivity screens", Instagram akan menghapus konten terkait dari pencarian, tagar, atau rekomendasi akun.

Perlu diperhatikan, gambar atau video bermuatan sensitif tersebut tidaklah hilang, hanya disembunyikan dan pengguna masih bisa melihatnya.

Mosseri berujar bahwa Instagram telah berupaya menghentikan penyebaran konten bunuh diri atau menyakiti diri sendiri, tapi tidak bisa menemukan konten tersebut dengan cepat.

"Kami harus melakukan apapun yang kami mampu untuk menjaga orang-orang yang rentan untuk tetap aman menggunakan platform kami. Untuk lebih jelasnya, kami tidak mengijinkan unggahan yang mempromosikan atau mempengaruhi orang untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri," jelas Mosseri

"Kami sangat mengandalkan komunitas kami untuk melaporkan konten tersebut dan menghapusnya sesegera mungkin setelah ditemukan. Intinya adalah kami belum cukup menemukan gambar-gambar ini sebelum dilihat orang lain," imbuh Mosseri.

Ilustrasi sensor dari Instagram untuk foto-foto yang bersifat sensitif
Ilustrasi sensor dari Instagram untuk foto-foto yang bersifat sensitif (Instagram)

Fitur Screen Sensitivity Instagram yang akan menyensor gambar sensitif(Instagram) Pemberangusan konten sensitif ini dilakukan dengan kerja sama para teknisi dan pengulas konten terlatih. Mereka akan memburu konten-konten sensitif lalu menghambat penyebarannya melalui pencarian, tagar, akun, dan saran pencarian.

Instagram tidak menjelaskan apakah mereka juga akan mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengenali elemen sensitif secara otomatis di dalam gambar dan video.

Namun, induk perusahaannya, Facebook, telah memiliki tool berbasis AI untuk mencegah penyebaran konten bermuatan bunuh diri. Sehingga cukup masuk akal apabila nantinya Instagram menggunakan tool yang sama.

Tidak sekadar menghambat penyebaran konten. Mosseri mengatakan bahwa Instagram akan membantu penggunanya yang sedang berusaha bangkit dari upaya bunuh diri, atau menyakiti diri sendiri.

Salah satunya adalah dengan mengarahkannya ke organisasi yang bisa menolong mereka, seperti Papyrus dan Samaritans. Langkah ini dilakukan Instagram setelah beberapa waktu lalu, remaja usia 14 tahun di Inggris mengakhiri hidupnya setelah melihat gambar bermuatan menyakiti diri sendiri di Instagram dan Pinterest.

Editor: Candra Setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved