Waspada Oknum Wartawan Abal-abal, 3 Orang Peras Kepala Sekolah di Malang Rp 2 Juta

Tiga oknum wartawan disebut mengancam seorang kepala sekolah SD Asrikaton 3 akan memblow up isu kecelakaan murid apabila tidak diberi uang.

Waspada Oknum Wartawan Abal-abal, 3 Orang Peras Kepala Sekolah di Malang Rp 2 Juta
SURYA/ERWIN WICAKSONO
Tiga tersangka pemerasan yang mengaku sebagai oknum wartawan, digelandang menuju ruang tahanan Polres Malang, Jum'at (8/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KEPANJEN -  Moh Suyuti (48), Yanto (31) dan Ahmad Dahri (40) menciderai insan profesi wartawan karena aksi kriminalnya.

Bagaimana tidak, ketiganya yang mengaku sebagai wartawan media lokal di Jawa Timur dilaporkan melakukan pemerasan terhadap Kepala Sekolah SD Asrikaton 3, Sabtu lalu (2/2/2019).

Tiga tersangka yang merupakan warga Desa Sumberkradenan dan Desa Asrikaton Kecamatan Pakis serta warga Tambak Asri, Morokembangan, Kota Surabaya.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan, modus ketiga tersangka adalah menebar ketakutan kepada kepala sekolah atas isu yang sedang mencuat di sekolah tersebut.

(Jadi Narasumber di Seminar HPN, Direktur Tribunnews: Haruskah Google Jadi Anggota PWI?)

(Forum Wartawan Tuban Unjuk Rasa, Tuntut Presiden Cabut Remisi Pembunuh Jurnalis di Bali)

"Bermula pada adanya insiden siswa tertusuk gunting, Ketiganya mengancam akan memblow up isu ke media. Sebagai jaminan, mereka meminta uang Rp 7,5 juta," terang Ujung di Polres Malang, Jum'at (8/2/2019).

Yade menambahkan, karena ketakutan sang kepala sekolah akhirnya mau memberikan uang. Namun hanya Rp 2 juta.

Atas informasi yang didapat dari masyarakat, tim Saber Pungli Polres Malang kemudian melakukan penangkapan terhadap ketiga tersangka.

"Bahasanya mereka (oknum wartawan) sih mengajukan proposal sebagai PWRI (Persatuan Wartawan Republik Indonesia) , dan LSM Pemantau Keuangan Negara. Saat itu juga tim Saber Pungli Polres Malang melakukan penangkapan terhadap tersangka," imbuh Ujung.

(Menginap di Rutan Medaeng, Ahmad Dhani Dikirimi Baju Oleh Keluarga dan Dikunjungi DPW Gerinda)

(Ingatkan Bahaya Berita Hoaks di Media Sosial, Menkominfo Rudiantara : Itu Dosanya Dua Kali Lipat)

Atas perbuatannya, ketiga tersangka itu dijerat pasal 368 KUHP mengatur tentang pemerasan dan pengancaman, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Barang bukti yang disita petugas diantaranya, uang tunai Rp 2 juta, 2 surat tugas Pemantau Keuangan Negara, dan 4 buah ID Card.

Kini, ketiga tersangka itu mendekam di ruang tahanan Polres Malang.

Ujung menegaskan masyarakat harus mewaspadai terhadap adanya pemerasan seperti ini.

Ujung menyarankan, jika masyarakat menemui modus-modus pemerasan seperti yang dilakukan oknum wartawan, harap segera melapor ke kepolisian.

"Kita sampaikan ke masyarakat agar tak kunjung percaya terhadap modus seperti ini. Oknum wartawan inilah yang sebenarnya menciderai profesi wartawan. Kita sudah sering sampaikan kalau ada temuan segera lapor ke kami (kepolisian)," beber Ujung.

Reporter: Surya/Erwin Wicaksono

(Ada 2000 Persil Surat Ijo / Izin Pemakaian Tanah yang Siap Dilepas untuk Warga Surabaya)

(Ingatkan Bahaya Berita Hoaks di Media Sosial, Menkominfo Rudiantara : Itu Dosanya Dua Kali Lipat)

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved