Kandang Transit City Forest Arum Sabil Jember Terima 25 Ekor Monyet Ekor Panjang

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur menyerahkan 25 ekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) ke Jakarta Animal Aid Network (JAAN)

Kandang Transit City Forest Arum Sabil Jember Terima 25 Ekor Monyet Ekor Panjang
Surya/Ahmad Faisol
Kera berekor panjang pemancing kepiting melengkapi ekosistem satwa liar di Taman Pendidikan Mangrove 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur menyerahkan 25 ekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) ke Jakarta Animal Aid Network (JAAN) wilayah Jawa Timur.

Pihak JAAN kemudian menempatkan ke-25 ekor monyet ekor panjang itu ke kandang transit dan pusat rehabilitasi di City Forest & Farm Arum Sabil di Kecamatan Sumbersari, Jember, Jumat (8/2/2019).

Menurut Kepala Bidang KSDA Jawa Timur III Setiyo Utomo, ke-25 monyet ekor panjang itu didapatkan dari sejumlah daerah di Jawa Timur.

"Ada yang dari atraksi topeng monyet yang kami amankan, juga ada yang diserahkan warga ke kami. Sebagian besar diambil dari atraksi topeng monyet," kata Setiyo kepada Surya, Jumat (8/2/2019).

Monyet ekor panjang itu ditempatkan di kandang transit yang ada di City Forest & Farm milik Arum Sabil sebelum dilepasliarkan ke Pulau Nusa Barong, Jember. Menurut Setiyo, ke-25 ekor monyet itu akan dilepasliarkan pada 20 Februari mendatang.

Sementara itu, Koordinator JAAN Jawa Timur Rifqi Ajir sebagian besar monyet yang ditempatkan di kandang trasit itu adalah monyet yang diambil dari atraksi topeng monyet.

Anggap Rugikan Negara, Anggota DPR RI Bambang Haryo Kritik Mega Proyek LRT Palembang

Madura United Akan Jadi Lawan Ketiga Uji Coba Timnas U-22, Berikut Jadwal dan Lokasi Pertandingannya

Terkait Ucapan Yang Gaji Kamu Siapa, Bawaslu RI Pastikan Panggil Menkominfo Rudiantara Hari Senin

"Separuh itu berasal dari topeng monyet. Gerakan kami ini sekaligus untuk memulai Gerakan Indonesia Bebas Topeng Monyet," kata Ajir kepada Surya.

Gerakan itu dimulai per Januari lalu. Salah satu aksi yang dilakukan, kata Ajir, bekerjasama dengan sejumlah pihak untuk menyelamatkan monyet dari atraksi atau permainan topeng monyet. Menurutnya, hampir semua monyet yang dipakai di atraksi topeng monyet adalah jenis monyet ekor panjang.

"Karena mudah dilatih. Padahal monyet yang dipakai dalam atraksi topeng monyet itu rentan menularkan penyakit. Dari pendataan kami, para pemain topeng monyet itu terinfeksi penyakit yakni hepatitis dan TBC. Karena bisa saja monyetnya divaksin, sementara orangnya tidak. Selain itu, kami melakukan ini juga untuk melindungi masyarakat serta monyet yang harusnya dilepasliarkan ke habitatnya di hutan," tegas Ajir kepada Tribunjatim.com.

Sebagai langkah awal, ke-25 ekor monyet yang didapatkan dari BB KSDA Jawa Timur itu ditempatkan di kandang transit di pusat rehabilitasi di City Forest & Farm Arum Sabil. Di tempat itu, monyet itu akan diberi vaksin dan kondisinya distabilkan. Monyet juga akan diajari hidup berkelompok, sebelum nanti dilepasliarkan ke Pulau Nusa Barong.

Sedangkan pemilik City Forest & Farm, Arum Sabil menegaskan mendukung gerakan Indonesia Bebas Topeng Monyet tersebut.

"Karena monyet yang ada di atraksi topeng monyet itu menularkan penyakit. Juga harus ada edukasi kalau monyet di hutan itu memiliki fungsi. Jadi kami harapkan, masyarakat jangan lagi memakai monyet untuk atraksi topeng monyet," tegas Arum kepada Tribunjatim.com.

Ke-25 monyet yang kini ditempatkan di kandang transit tersebut kondisinya terbilang sudah sehat. Ketika kondisi mereka sudah memungkinkan, mereka akan dilepasliarkan. ( Sri Wahyunik/TribunJatim.com).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved