HPN ke-73, PWI Lamongan Tumpengan di Panti Asuhan

Ada yang berbeda yang dilakukan para wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan untuk memperingati Hari Pers

HPN ke-73, PWI Lamongan Tumpengan di Panti Asuhan
surya/Hanif Manshuri
Tumpengan dalam rangka tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) ke 73 di Panti Asuhan Yatim Piatu Al- Mu'awanah, Minggu (10/02/2019) 

 TRIBUNJATIM.COM. LAMONGAN - Ada yang berbeda yang dilakukan para wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke- 73. 

Pengurus dan anggota PWI Lamongan menggelar tasyakuran HPN bersama  puluhan anak yatim-piatu di Panti Asuhan Al Mu’awanah Lamongan jalan Sunan Giri, Minggu (10/02/2019).

Tasyakuran dalam rangkaian HPN ini berbeda dengan dua tahun sebelumnya yang biasanya digelar di Kantor PWI dan Balai Wartawan dengan tetap membantu sejumlah panti asuhan.

Kali ini tasyakuran dan tumpengan ditempatkan di panti asuhan.  Menurut Ketua PWI Lamongan, Bachtiar Febriyanto, tasyakuran  tumpengan bersama yatim piatu itu  adalah bentuk kepedulian PWI Lamongan pada yatim-piatu. 

"Kita makan bareng bersama anak yatim piatu," katanya.

Sebenarnya dalam HPN tahun ini ada beberapa kegiatan, misalnya pasar murah untuk warga kurang mampu, donor darah, bedah rumah dan kegiatan lainya.

Menurut Febri, diharapkan kebersamaan dengan anak yatim piatu ini memberi motivasi atau semangat kepadaa mereka dalam proses belajar untuk menata masa depan

“Adik-adik terus semangat belajar, meski sudah tidak dampingi orang tua kandung. Dan kewajiban anak adalah mendoakan orang tua," katanya kepada Tribunjatim.com.

Selain tasyakuran berupa tumpengan, anak - anak panti juga dibekali  teknik menulisss berita melalui pendidikan dan latihan singkat jurnalistik.

“Adik-adik perlu memahami kaidah  jurnalistik. Apalagi di Panti Asuhan  Al Mu’awanah ini juga memiliki majalah sendiri," kata Sekretaris PWI Lamongan, Muhajirin. 

Akui Tak Bisa Jauh dari Aurel Hermansyah, Ashanty Minta Menantu yang Mau Tinggal Satu Rumah

Billy Syahputra Sedih Ingat Sebuah Momen, Satu Ucapan dari Mulutnya yang Buat Olga Langsung Menangis

Tribun Penonton Stadion Kanjuruhan Penuh Penonton, Ini Susunan Pemain Arema FC Vs Timnas U-22

Dengan diklat ini diharapkan bisa menambah wawasan agar maksimal dalam mengelola majalah milik panti.  

Sementara itu, pengasuh Panti Asuhan  Al Mu’awanah, Hj Nurotun Mumtanah mengungkapkan, di yayasan tempatnya membina anak yatim piatu proses pembelajarannya berimbang.  

Sebagai bekal untuk masa depan,  anak didik selain dibekali belajar ilmu pengetahuan  melalui sekolah formal juga dibekal ilmu keagamaan.

 “Intinya kami bekali anak-anak dengan kemandirian untuk menyambut masa depanya, ” ungkapnya kepada Tribunjatim.com. (TribunJatim.com/Hanif Manshuri)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved