Kehujanan, Pencuri di kabupaten Blitar ini Ganti Kaos Korban, Ya, Nginap di Sel Tahanan

Pencuri menyatroni rumah korbannya, Maya (t45), warga Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

Kehujanan, Pencuri di kabupaten Blitar ini Ganti Kaos Korban, Ya, Nginap di Sel Tahanan
Today Online
Ilustrasi penangkapan 

 TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Nasib sial dialami pencuri di Blitar, jatim ini. Mungkin kedinginan dan takut masuk angin, pencuri ini akhirnya melepas kaosnya dan berganti dengan kaos korban.

Katanya, kaosnya basah karena habis kehujanan sebelum menyatroni rumah korbannya, Maya (t45), warga Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

Tak pelak, saat ditangkap warga, pelaku yang diketahui bernama David Andreawan (22), warga Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar itu mengenakan kaos korban.

Mengetahui kaosnya dipakai pencuri, korban sendiri kaget. Saat ditangkap itu, pelaku sudah menggondol tas korban, yang berisi barang curian dari rumah korban. Seperti surat-surat sepeda motor Honda Vario milik korban, di antaranya STNK, BPKB, dan kontak sepeda motor itu, serta KTP, Kartu keluarga (KK) milik korban.

"Dia sudah kami amankan di polsek. Dan, pengakuannya ia tahu kalau rumah korban lagi kosong, sehingga dibobolnya," kata AKP Purdianto, Kapolsek Wlingi kepada Tribunjatim.com.

Menurutnya, pelaku beraksi pada Minggu (10/2) dini hari atau sekitar pukul 05.00 WIB.

Saat itu, rumah korban memang sedang kosong karena ditinggal berjualan ke Pasar Wlingi. Karena kosong itu, pelaku beraksi dengan leluasa. Yakni, pelaku masuk ke rumah korban dengan mencongkel asbes dapur.

Temukan 232 Ribu Butir Pil Koplo, Kapolres Ungkap Nanang Adalah Residivis Peredaran Ganja

Sambil Menangis, Siswa SMP Pegang Kerah Baju Guru di Gresik Bacakan Surat Permintaan Maaf

Kecoh Petugas, Produsen Arak di Tuban Masukkan Alat Produksi Arak ke Dalam Tanah

Berhasil masuk ke dapur, korban dengan mudah masuk ke dalam rumah korban karena pintu tengahnya memang tak dikunci.

"Pelaku sendiri datang ke rumah korban, dengan jalan kaki. Padahal jarak rumahnya ke rumah korban sekitar 8 km. Katanya, malam itu, ia jalan-jalan dengan tanpa tujuan," ujarnya.

Tak disangkanya, di saat dirinya beraksi itu, pemilik rumah datang. Itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Begitu datang, korban kaget karena atap dapur rumahnya terbuka dan asbesnya disandarkan di bawah atau di dekat mesin cuci.

"Korban itu setiap pulang jam segitu selalu lewat pintu dapur. Sebab, pintu depannya selalu dikunci dari dalam," paparnya.

Merasa terjadi sesuatu di rumahnya, korban berusaha mengeceknya. Ia masuk ke dalam rumahnya, dan langsung menuju ke kamarnya. Namun, saat membuka pintu kamarnya tak bisa.

Seperti ada orang yang menahannya dari dalam karena pintu itu tak pernah dikuncinya. Akhirnya, korban berusaha mengintip dari celah-celah lubang pintu.

"Saat mengintip itu, ia melihat ada orang di dalam kamarnya. Namun demikian, korban tak langsung berteriak, melainkan keluar rumah.

"Korban memberi tahu warga kalau ada orang di dalam rumahnya, sehingga warga langsung berdatangan," paparnya.

Tahu di luar rumah korban, terdengar banyak warga, pelaku berusaha kabur lewat pintu dapur. Namun, sebelum kabur jauh, pelaku ditangkap warga. Yakni, berjarak sekitar tujuh rumah dari rumah korban. Yang mengejutkan, pelaku mengenakan kaos korban. Katanya, kaosnya basah karena habis kehujanan saat jalan kaki ke rumah korban.(fiq/TribunJatim.com).

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved