Kampus di Surabaya

Universitas Muhammadiyah Surabaya Buat Alat Fotosintesis di Malam Hari, Dapat Medali dari Thailand

Mahasiswa dari Fakultas Teknik Elektro dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) di Universitas Muhammadiah (UM) Surabaya membuat inovasi alat bantu tanaman

Universitas Muhammadiyah Surabaya Buat Alat Fotosintesis di Malam Hari, Dapat Medali dari Thailand
SURYA/HABIBUR ROHMAN
PERCEPAT PERTUMBUHAN - Kontingen UM Surabaya mewakili Indonesia pada ajang "Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation & Technology Exposition" di Thailand disambut Rektor UM Surabaya Dr. dr. Sukadiono, MM, senin (10/2/2019).Tim UM Surabaya meraih Medali Emas kategori Teknologi modern Agricultural yang berupa "Lentera Fotosintesis" untuk mempercepat tumbuh tanaman. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mahasiswa-mahasiswa dari Fakultas Teknik Elektro dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) di Universitas Muhammadiah (UM) Surabaya membuat inovasi alat bantu fotosintesis.

Alat bernama Lentera Fotosintesis ini dirancang oleh Ghois Qurniawan, Martha Kusuma Putri, Judith Syifa, Fatma Aula, Dikrie Vajrii dan Kartono.

Ghois Qurniawan mengatakan inovasi alat di bidang modern agriculture berfungsi memberikan sinar untuk mempercepat pertumbuhan tanaman.

"Alat ini berguna untuk mempercepat pertumbuhan tanaman serta dapat digunakan untuk tanaman musiman agar dapat tumbuh menghasilkan buah setiap musimnya," kata Ghois Qurniawan di Universitas Muhammadiah Surabaya, Senin (11/2/2019).

(Berharap Layanan Warga Makin Cepat, Tri Rismaharini Ganti Kepala Dispendukcapil)

(Satpol PP Tuban Razia, Temukan 2 PNS Sedang Keluyuran di Pasar dan Swalayan, Bersiap Disanksi BKD)

Alat tersebut merupakan semacam lampu LED yang diklaim mampu merangsang proses fotosintesis tumbuhan di malam hari. Hal ini dinlai membuat pertumbuhan tanaman lebih cepat.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiah (UM) Surabaya, Sukadiono mengatakan, karya dari lima mahasiswanya ini sebagai karya orisinil yang sudah diakui juri dan akan segera dipatenkan.

"Ini karya originil belum pernah karya, alhamdulillah seleksi awal dinyatakan lolos dan dilombakan di Thailand. Mereka (juri) sarankan untuk mendapat hak paten itu," kata Sukadiono di Ruang Rapat Rektor lantai 12 At Tauhid Tower, Universitas Muhammadiah Surabaya, Senin (11/2/2019).

Hasil karya tersebut meraih medali emas di ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition dj Thailand.

Sukadiono mengatakan selain originalitas, karya dari mahasiswa-mahasiswanya tersebut menjadi deferensiasi bagi kampus yang tidak memiliki jurusan pertanian ini.

(Hindari Potensi Mati Listrik Saat UTBK, Universitas Brawijaya Beli 1000 Laptop)

(Betzy Alimanda, Mahasiswi Universitas Negeri Surabaya yang Aktif di Berbagai Kegiatan Pendidikan)

Sebab, hasil karya tersebut kombinasi antara dua fakultas teknik dan kesehatan yang menghasilkan alat modern agriculture.

"Ini luar biasa, disini kelebihan inovasi dari mahasiswa Teknik dan Kesehatan yang mengkombinasi tidak hanya untuk manusia tapi juga tanaman. Ini bisa menjadi inspirasi," papar Sukadiono.

Pihaknya mensuport para mahasiswanya dan juga mengapresiasi hasil karya tersebut dengan memberikan pembebasan uang kuliah.

"Kami memberikan suport transportasi, supaya anak ini mengikuti lomba dan ada dana khusus. Setelah juara kami juga apresiasi pembebasan SPP dan insentif khusus masing-masing anggota tim," ucap Sukadiono.

"Ini membanggakan Universitas Muhammadiah Surabaya dan memotivasi mahasiswa berkarya inovasi yang kemudian bisa go internasional," jelas Sukadiono.

(Ramalan Kesehatan & Karier Zodiak Selasa 12 Februari 2019: Taurus Fit, Gemini Sedang Tidak Santai)

(Origamine Kenalkan Plastik Ajaib, Bahan Membuat Kerajinan Bertema Akrilik, Hanya Perlu Oven)

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved