Christea Sebut Tak Pernah Tahu Proses Pembuatan Surat Domisili Kelurahan Magersari Sidoarjo

dirinya tidak pernah ikut membuat surat itu, dan tidak tahu menahu tentang surat domisili yang tertulis dikeluarkan oleh Kelurahan Magersari Sidoarjo

Christea Sebut Tak Pernah Tahu Proses Pembuatan Surat Domisili Kelurahan Magersari Sidoarjo
M Taufik/Surya
Terdakwa Christea Frisdiantara saat menjawab pertanyaan hakim dan jaksa penuntut umum dalam sidang di PN Sidoarjo, Selasa (12/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Christea Frisdiantara, terdakwa kasus pemalsuan surat domisili menegaskan dirinya tidak pernah ikut membuat surat itu, dan tidak tahu menahu tentang surat domisili yang tertulis dikeluarkan oleh Kelurahan Magersari Sidoarjo.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Selasa (13/2/2019).

Sidang kali ini sejatinya dengan agenda menghadirkan saksi verbalisan dari Polresta Sidoarjo. Yakni Bribda Della yang disebut telah menerima surat hasil laboratorium forensik (labfor) atas surat yang diduga palsu.

Tapi karena Della kembali tidak hadir di panggilan kedua ini, sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap terdakwa Christea.

"Saya memang berencana membeli rumah di Sidoarjo, sehingga saat ditawari oleh Julianto untuk bisa membuat surat domisili dan bisa diuruskan pembukaan blokir rekening yayasan, saya setujui. Karena saya juga butuh untuk kebutuhan yayasan," kata Christea di hadapan majelis hakim.

Inilah Video Detik-detik Keranda Mayat warga Gresik Dihanyutkan ke Sungai

Terbukti Korupsi Dana Desa, Kades di Gresik Dihukum Setahun Penjara dan Denda Rp 50 Juta

32 Ribu Perusahaan di Jatim Belum Lakukan Wajib Lapor K3, Kebijakan yang Tidak Sinkron Jadi Penyebab

Dia mengaku tidak tahu proses pembuatan surat domisili itu. Hanya disampaikannya bahwa oleh Julianto pembuatan surat diserahkan Puguh, yang rumahnya hendak dibeli oleh Christea.

"Saya pernah ketemu Puguh, dan dia bersumpah bahwa memang surat itu dibuat di kelurahan. Dia mengaku tahu sendiri proses pembuatannya karena dia yang mengurus langsung," sambung Christea.

Dalam sidang ini, hakim juga bertanya panjang lebar ke terdakwa. Termasuk persoalan di yayasan yang dinilai menjadi pemicu atau sangat terkait dengan kasus pemalsuan yang sedang disidangkan tersebut.

Dan terdakwa juga mengakuinya. Bahwa kasus yang membelitnya ini terkait dengan sengketa kepengurusan yayasan di Unikama Malang.

Ya, kasus yang disidangkan di PN Sidoarjo ini memang terkait pemalsuan surat domisili. Namun, perkara tersebut merupakan rentetan dari sengketa kepengurusan di Unikama Malang. Antara kubu Christea dengan kubu Sudjai.(ufi/TribunJatim.com).

Penulis: M Taufik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved