Pelantikan Gubernur Jatim

Jalan Panjang Khofifah Jadi Gubernur Jawa Timur, Bukan Ambisi Melainkan Dorongan Para Kiai

Khofifah Indar Parawansa secara gamblang menyebutkan mengapa ia akhirnya mau kembali maju sebagai kandidat gubernur di Jawa Timur setelah dua kali k

Jalan Panjang Khofifah Jadi Gubernur Jawa Timur, Bukan Ambisi Melainkan Dorongan Para Kiai
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Jelang dilantik menjadi Gubernur Jawa Timur 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa ditemani anaknya nyekar dimakam suami dan orang tua di Makam Islam, Wonocolo, Selasa (12/2). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Khofifah Indar Parawansa secara gamblang menyebutkan mengapa ia akhirnya mau kembali maju sebagai kandidat gubernur di Jawa Timur setelah dua kali kalah di Pilgub Jatim 2008 dan Pilgub Jatim 2013.

Pada Surya, Khofifah yang dilantik hari ini, Rabu (13/2/2019), sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 itu sempat menceritakan saat tahun politik untuk Pilgub Jawa Timur 2018 dimulai, ada sebanyak 19 kiai dan tiga orang bu nyai dari Jawa Timur yang memaksanya untuk kembali maju dalam Pilgub. Padahal saat itu Khofifah masih aktif menjabat sebagai Menteri Sosial di Kabiner Kerja Jokowi-Jusuf Kalla.

Khofifah mengaku berat mengaminkan apa yang menjadi mandat dari para masyayikh Jawa Timur itu. Pengalaman di Pilgub 2008 dam 2013 tentu tidak mudah dilupakan begitu saja.

Ibu empat anak itu ingat, saat diminta maju mencalonkan diri sebagai calon gubernur Jawa Timur 2008, ia didatangani oleh Kiai Hasyim Muzadi dan Kiai Fawaid.

Khofifah masih ingat ia berupaya keras menolak. Ia terus menanyakan mengapa harus dirinya yang dipilih untuk menjadi calon pemimpin Jawa Timur.

“Saya tanya, mengapa harus saya. Saat itu saya ini nggak punya tabungan, ya dibuat babak belur dijegal sana sini, bahkan sampai mencetak sejarah dunia lho, Pilgub sampai tiga kali,” kata Khofifah.

Meski sudah kalah di Pilgub 2008, Khofifah kembali ditemui oleh sejumlah kiai dan dirayu kembali untuk bisa maju lagi dalam Pilgub 2013.

Belum sembuh dari luka babak belur usai kalah nyagub Jawa Timur 2008, namun ia kembali didorong oleh para kiai untuk maju lagi mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Timur di tahun 2013.

“Saya itu sudah bilang nggak mau. Saya bahkan meninggalkan kediaman Kiai Hasyim Muzadi saat itu. Tapi kemudian ditelfon terus oleh Kiai Hasyim, diminta untuk kembali lagi ke kediamannya. Dan benar saya kembali dan maju lagi di Pilgub 2013,” kata Khofifah.

Yang akhirnya, di Pilgub 2013 yang penuh gesekan itu, meski dijegal sana sini, dan masuh kasus sengketa pilkada dan akhirnya MK memutuskan ia kalah dalam Pilgub 2013.

Halaman
1234
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved