Seniman Suami Istri Ini Tuang Pesan Penuh Cinta, Lewat Pameran 'Love Talk' di House of Sampoerna

Seniman Suami Istri Ini Tuang Pesan Penuh Cinta, Lewat Pameran Karya 'Love Talk' di House of Sampoerna.

Seniman Suami Istri Ini Tuang Pesan Penuh Cinta, Lewat Pameran 'Love Talk' di House of Sampoerna
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Seorang pengunjung menikmati salah satu karya pada Visual Art Exhibition bertajuk Love Talk di House of Sampoerna. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Empat puluhan karya dua dimensi dan tiga dimensi milik Grace Tjondronimpuno dan Made Arya Dwita Dedok terpajang apik di Galeri Paviliun House of Sampoerna (HOS), Jalan Taman Sampoerna 6, Surabaya, Rabu (13/2/2019).

Sejauh mata memandang ruang paviliun, puluhan karya yang terpajang sarat dengan makna cinta dan kasih sayang.

Ya, pasangan suami istri itu tidak melulu menggambarkan bentuk cinta dan kasih sayang dalam polesan kuas antara bentuk laki-laki dan perempuan.

Cerita Novan Efendi, Pria Gresik yang Gagal Bunuh Diri 5 Kali dan Kini Gelar Pameran Lukisan Tunggal

Pameran Lukisan Koperjati - Cerita Cak Kandar Gambarkan Filosofi Hidup Orang Jawa Lewat Lukisan

Melainkan lebih luas lagi, cinta dan kasih sayang antara manusia dan alam, atau antar manusia dengan negara tempat tinggalnya.

Beberapa karya tiga dimensi Grace berhasil menarik setiap mata memandang, sebuah perahu sampan yang dikendarai oleh beberapa orang, lengkap dengan pakaian berbeda latar belakang.

Ada suku Jawa, Dayak, Bali, dan beberapa suku lainnya. Karya tiga dimensi itu berjudul Mencari Cinta di Laut yang Sama.

Pameran Equilibrium di House of Sampoerna Surabaya, Ungkap Kegelisahan Empat Seniman Lewat Lukisan

Ada juga karya tiga dimensi milik Grace yang bercerita puluhan orang sedang menarik kata 'Indonesia' secara bersamaan di atas latar bertuliskan 'merdeka tetap merdeka'.

"Cenderung pengalaman pribadi. Saya ingat saat zaman masih kecil suka dikata-katain "Cina-Cina". Menginjak SMP, saya merantau ke Jogja ketemu teman yang lebih luas, ternyata dunia nggak sempit, di lingkungan asrama macam-macam berbagai suku hidup rukun tanpa saling hina.

Saya masuk SMA Negeri yang lebih kompleks lagi, mayoritas muslim nggak ada bullying lagi. Sampai saya di UISI dan saya ke luar negeri saya sudah merasa tidak berbeda," kata Grace mengakui lukisannya berdasarkan pengalaman.

Dari perjalanan hidupnya itu, ibu dua anak sekaligus istri Dedok, lawannya dalam pameran Love Talk ini menyadari hakikat manusia sebetulnya sama, apa yang diinginkan setiap manusia adalah sama, hidup damai.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved