Ikatan Pesantren Indonesia Minta Anggotanya Tak Golput dan Gunakan Hak Pilih Pada Pilpres 2019

Ikatan Pesantren Indonesia Minta Anggotanya Tak Golput dan Gunakan Hak Pilih Pada Pilpres 2019.

Ikatan Pesantren Indonesia Minta Anggotanya Tak Golput dan Gunakan Hak Pilih Pada Pilpres 2019
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Ketua Ikatan Pesantren Indonesia (IPI), Zaini Ahmad (tengah) saat ditemui di pra-rakernas IPI 2019 di Balroom Hotel Mercure Surabaya, Kamis(13/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Zaini Ahmad mengintruksikan seluruh pengurus dan anggota IPI untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilpres 2019.

"Saya instruksikan sebagai warga negara yang baik gunakan hak pilihnya, jangan sampai golput," kata Ketua Umum DPP Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Zaini Ahmad di Balroom Hotel Mercure Surabaya, Kamis (14/2/2019).

Pra-Rakernas 2019, Ikatan Pesantren Indonesia Berharap Bisa Jangkau 30 Ribu Pesantren di Indonesia

Siap-siap, Pemkab Pasuruan Kembali Gelar Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren

Zaini juga menyatakan pihaknya dalam posisi netral atau tidak mendukung salah satu calon presiden pada Pemilu 2019.

"Pilihan politik itu individu masing-masing. Silahkan pilih presiden yang baik sesuai kriteria agama, berangkat dari kebaikan menghasilkan kebaikan. Tidak golput," kata dia.

Menurutnya, penggunaan hak pilih pemilu 2019 merupakan tanggung jawab warga negara yang baik.

Pondok Pesantren Al Ishlahiyah Singosari Kemalingan, Uang Rp 130 Juta Amblas Digondol Maling

Pihaknya menyatakan siap mengawal program-program pemerintah pada kemajuan umat.

"IPI tidak berpolitik praktis, namun mendukung simbol negara serta cinta persatuan dan kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya.

Hingga saat ini, IPI beranggotakan sebanyak 19 ribu hingga 21 ribu pesantren di Indonesia, dengan rata-rata sekitar 600 hingga 1000 santri di tiap pesantren.

"Jika diasumsikan total kami memiliki jumlah suara santri sekitar 6 juta orang. Mekanisme pemilihan ada aturannya sendiri dengan KPU, TPS di pondok-pondok pesantren," pungkasnya.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved