Lontong Cap Go Meh, Sajian Lambang Keberuntungan Adaptasi Kuliner Peranakan yang Penuh Makna

Lontong Cap Go Meh, sajian lambang keberuntungan adaptasi kuliner peranakan yang penuh makna.

Lontong Cap Go Meh, Sajian Lambang Keberuntungan Adaptasi Kuliner Peranakan yang Penuh Makna
Tribun Solo/Imam Saputro
Sepiring lontong Cap Go Meh di Pasar Gede Solo yang dijual dengan harga Rp30.000 per porsi. 

Warna merah dari sayur rebung dan sayur ati ampela memberikan sedikit rasa pedas dalam sesuap lontong Cap Go Meh.

Sebutir telur utuh dalam piring turut memperkaya cita rasa dalam sepiring lontong Cap Go Meh.

4 Menu Sarapan Khas Semarang yang Cocok untuk Wisata Kuliner, Nasi Pindang hingga Gandul

"Kita jual lontong ini tiga hari, tanggal 14,15, dan 16 saja," terang Hardjo.

Hardjo menambahkan, dirinya menyiapkan 50 porsi lontong setiap hari dan selalu habis saat siang hari.

6 Kuliner Madura selain Bebek Sinjay yang Terkenal, dari Soto Mata Sapi sampai Kaldu Kokot

Dipercaya pula, lontong Cap Go Meh mengandung perlambang keberuntungan, misalnya lontong yang padat dianggap berlawanan dengan bubur yang encer.

Hal ini karena ada anggapan tradisional Tionghoa yang mengkaitkan bubur sebagai makanan orang sakit.

Bentuk lontong yang panjang juga dianggap melambangkan panjang umur.

Kemudian telur, dalam kebudayaan apapun selalu melambangkan keberuntungan.

Sementara kuah santan yang dibubuhi kunyit berwarna kuning keemasan, melambangkan emas dan keberuntungan.

Di kedai milik Hardjo Tjendono, seporsi lontong Cap Go Meh dibanderol Rp30.000 per porsinya.

11 Kuliner Murah di Jogja Harga Mulai Rp4 Ribuan, dari Yuyu Geprek Sampai Mie Tomyum

Halaman
123
Editor: Alga Wibisono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved