Lontong Cap Go Meh, Sajian Lambang Keberuntungan Adaptasi Kuliner Peranakan yang Penuh Makna

Lontong Cap Go Meh, sajian lambang keberuntungan adaptasi kuliner peranakan yang penuh makna.

Lontong Cap Go Meh, Sajian Lambang Keberuntungan Adaptasi Kuliner Peranakan yang Penuh Makna
Tribun Solo/Imam Saputro
Sepiring lontong Cap Go Meh di Pasar Gede Solo yang dijual dengan harga Rp30.000 per porsi. 

Dikutip dari Kompas.com, lontong Cap Go Meh merupakan bentuk kuliner adaptasi peranakan China di Nusantara.

"Lontong Cap Go Meh ini bentuk makanan adaptasi, bentuk baru untuk kaum Peranakan, bukan menggantikan, mereka menghormati tradisi masyarakat setempat (di pesisir Laut Jawa)," kata pemerhati budaya China, Agni Malagina kepada KompasTravel, Senin (6/2/2017).

Agni menceritakan, lontong Cap Go Meh sendiri hanya ditemukan di pesisir Laut Jawa.

Di daerah-daerah peranakan China lain seperti di Singkawang, Palembang, atau Bangka Belitung, tidak ada dikarenakan asimilasi budaya tak sekuat di Jawa.

Kerang Lorjuk, Seafood Langka yang Jadi Kuliner Madura Khas Pesisir dan Muncul di Film

Dahulu, imigran China di pesisir Laut Jawa tinggal dan lalu mengadopsi kebudayaan setempat.

Sebagaimana pendatang, imigran China pun memperkenalkan segala jenis pengetahuan yang dibawa dari negeri asalnya.

Ia menceritakan, lontong Cap Go Meh berasal dari kebiasaan dari santri yang menyantap ketupat dan opor ayam.

Banyaknya versi cerita asal usul lontong Cap Go Meh pun diakui oleh Agni.

Namun, meski banyaknya cerita itu, lontong Cap Go Meh telah menambah ragam kuliner Nusantara.

Nggak Cuma Kue Keranjang, 8 Makanan Imlek Ini Juga Bawa Keberuntungan, Ada Telur Direbus Teh

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Inilah Lontong Cap Go Meh, Sajian Khas Cap Go Meh yang Hanya Dijajakan Selama 3 Hari.

Editor: Alga Wibisono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved