Bupati Jember Minta BNI Mencabut E Warung Nakal

Puluhan pemilik e warung yang melayani penerima manfaat dikumpulkan di Pendopo Kabupaten Situbondo, Jumat (15/02/2019).

Bupati Jember  Minta BNI Mencabut E Warung Nakal
izihartono/surya
Bupati Situbondo Dadang Wigiarto bersama Forkopimda saat melihat kondisi pintu di Bendung Sampean Baru Bondowoso 

 TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Puluhan pemilik e-warung yang melayani penerima manfaat dikumpulkan di Pendopo Kabupaten Situbondo, Jumat (15/02/2019).

Para pemilik e- warung dikumpulkan untuk dilakukan penertiban, karena alat gesek e warung dibawa ke luar Kabupaten Situbondo.

Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto mengatakan, setelah adanya kejadian itu, maka pihaknya berkeinginan untuk menertibkannya.

"Penertiban kan butuh tahapan, jika pelanggaran serupa masih dilakukan saya minta BNI untuk mencabutnya sebagai e warung," kata Bupati Dadang Wiigiarto kepada Surya usai acara di Pendopo Kabupaten Situbondo.

Selain itu, kata bupati Dadang, pihaknya mempunyai kewajiban mengendalikan inflasi daerah dengan cara produk-produk gabah yang ada di Situbondo yang menjadi beras selayaknya yang dibeli oleh pemilik e warung.

"Jarak gabah ke beras dan ke e warung kan pendek, akan tetapi jika kemudian datang dari luar kota akhirnya gabah Situbondo menjadi problem tidak bisa mengangkat tumbuhnya ekonomi Situbondo dengan baik," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Dampaknya, lanjut bupati Dadang, gabah Situbondo menjadi beras, maka selep-selep di Situbondo ini beroperasi semua. Bahkan, pihaknya berharap dapat mengendalikan inflasi di Kabupaten Situbondo.

"Itu yang harapkan dengan pengendaliam inflasi barang barang untuk e warung ini harus diambil dari Situbondo. Makanya kami mengumpulkan e warung dalam rangka memberikan penyadaran seperti itu dan komitmen BNI benar benar melakukan pengawasan. Jika ditemukan adanya penyimpangan, kalau haknya sebagai e warung dicabut ya sicabut," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Namun dengan dikumpulkannya e warung, pihaknya berkeinginan memberikan wawasan yang benar dan e warung mempunyai paguyuban, sehingga mereka berfikir dalam konteks e warung membantu pemerintah pusat, propinsi dan Situbondo dalam rangka melayani masyarakat yang kategori miskin.

Tertidur Pulas Menunggu Pelanggan, Motor Vixion Tukang Cukur Rambut di Bangkalan Ini Digondol Maling

Kisah Bocah Yatim Piatu Kelas 3 SD yang Berjualan Cilok hingga Larut Malam Demi Hidupi 2 Adiknya

Dikritik Anggarkan Mobil Dinas Rp 5,8 M, DPRD Kota Malang: Anggarannya Bisa Berkurang Jadi Rp 3,1 M

Ikuti Tren Remake Nintendo akan Bangkitkan Kembali The Legends of Zelda : Awakening Tahun Ini

"Sehingga hak orang miskin memperoleh beras yang layak," tukasnya.

Halaman
12
Penulis: Izi Hartono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved