Kurangi Resiko Kesehatan, Lakpesdam NU Dorong Pemerintah Lakukan Riset Produk Tembakau Alternatif

Saat ini masih belum ada regulasi yang memanyungi produk tembakau alternatif. Padahal tembakau alternatif sudah banyak dikonsumsi oleh masyarakat.

Kurangi Resiko Kesehatan, Lakpesdam NU Dorong Pemerintah Lakukan Riset Produk Tembakau Alternatif
SURYA/DIDIK MASHUDI
Pembicara diskusi mengenai produk tembakau yang digelar di Kampus Mahad Aly Ponpes Lirboyo, Kota Kediri, Minggu (17/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Saat ini masih belum ada regulasi yang memanyungi produk tembakau alternatif.

Padahal tembakau alternatif sudah banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia.

Produk tembakau alternatif yang sudah banyak dikonsumsi berupa Vape dan Ikos yaitu produk tembakau yang dipanaskan.

Produk tembakau ini sudah dikonsumsi kalangan kelas menengah atas.

"Kami mendorong pemerintah melakukan riset serius terkait tembakau alternatif. Karena versi pemerintah masih pukul rata tembakau alternatif ini sama dengan tembakau lainnya," ungkap Idris Mashudi, Wakil Sekretaris Lakpesdam NU usai diskusi membahas produk tembakau di Mahad Aly Ponpes Lirboyo, Kota Kediri, Minggu (17/2/2019).

Hentikan Laju Motor, Tuduh Korban Tabrak Adik, Dua Pelaku Embat Sepeda Motor di Kota Mojokerto

Mitsubishi Motors Siapkan Triton Strada untuk Jadi Andalan di Pasar Kendaraan Niaga Ringan

Nobar Debat Capres TKD Jatim Dimeriahkan Caleg Artis dari Nasdem, Ajang Konsolidasi Partai Pendukung

Dijelaskan Idris Mashudi, dari perbandingan hasil kajian dari negara lain, tembakau alternatif dapat mengurangi resiko kesehatan.

"Kami mendorong pemerintah melakukan riset sendiri," tambahnya.

Selain itu regulasi yang mengatur terkait dengan masalah isi ulang Vape sampai saat ini masih belum ada.

"Kami sudah menghadirkan sejumlah stake holder dari komunitas Vape, mereka kesulitan membuat produk UKM soal isi Vape," ungkapnya.

Sehingga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) mendorong pemerintah melakukan riset sendiri.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved