Rumah Politik Jatim

Ribuan Pemilih Ajukan Pindah Memilih ke Jember

1.499 orang pemilih tercatat pindah memilih ke Jember, dan 584 orang tercatat pindah memilih keluar Jember. Rekapitulasi jumlah pemilih yang pindah

Ribuan Pemilih Ajukan Pindah Memilih ke Jember
Benni Indo/Surya
Dari kiri, Hafiidah, Cinda dan Alifia menunjukkan formulir A5 yang baru selesai mereka urus di KPU Kota Malanh, Sabtu (16/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - 1.499 orang pemilih tercatat pindah memilih ke Jember, dan 584 orang tercatat pindah memilih keluar Jember. Rekapitulasi jumlah pemilih yang pindah memilih ini dilakukan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember, Senin (18/2/2019).

Mereka merupakan pemilih yang pindah memilih baik masuk ke Jember ataupun keluar Jember untuk Pemilu 2019.

"Ini data sampai Februari. Sementara pengajuan pindah memilih atau meminta formulir A-5 (pindah memilih) masih boleh dilakukan dan dilayani sampai 18 Maret 2019. Sejauh ini pelayanan permintaan A-5 masih dilayani sampai 18 Maret atau 30 hari sebelum hari H pemilihan pada 17 April 2019 nanti," ujar Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi kepada Surya, Senin (18/2/2019).

Berdasarkan data dari KPU Jember, pemilih yang mengajukan pindah memilih ada di 13 kecamatan. "Baik yang pindah memilih ke Jember atau masuk Jember, maupun yang pindah memilih keluar Jember," lanjut Hanafi.

Ke-13 kecamatan itu antara lain Puger, Rambipuji, Semboro, Silo, Sukowono, Sumberbaru, Sumbersari, juga Wuluhan. Paling banyak data pemilih yang pindah memilih masuk ke Jember berada di Kecamatan Sumbersari.

Tercatat sebanyak 359 pemilih mengajukan pindah memilih masuk ke Sumbersari. Para pemilih itu diarahkan ke beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di dekat domisili pada pemilih tersebut. Jika 359 orang mengajukan pindah mencoblos ke Sumbersari, tidak demikian dengan jumlah orang yang mengajukan pindah memilih keluar dari Sumbersari, yang hanya berjumlah 17 orang.

"Memang yang paling banyak di Sumbersari, terutama untuk pindah memilih masuk ke Jember," lanjut Hanafi. Hanafi menambahkan, jumlah pemilih yang mengajukan pindah memilih ke Jember dengan jumlah total 1.499 itu terbilang banyak. Banyak, lanjut Hanafi, jika dibandingkan dengan pemilihan langsung sebelumnya.

"Jumlah ini banyak jika dibandingkan dengan Pilgub 2018, misalnya, maupun Pilkada tahun 2015, juga Pileg dan Pilpres 2014 lalu. Pada prinsipnya pemilih yang mengajukan pindah memilih itu selalu ada, kalau Jember biasanya jumlahnya ratusan orang. Sekarang ini yang mencapai ribuan orang," lanjutnya kepada Tribunjatim.com.

Rachmat Irianto Cetak Gol, Babak Pertama Timnas U-22 Indonesia Vs Myanmar Imbang 1-1

Nagita Slavina Bongkar Kebiasaan Raffi Ahmad yang Paling Tak Disukainya, Kayak Ngomong Sama Angin!

Alasan Iis Dahlia Tolak Mentah-mentah Brisia Jodie Jadi Pacar Anaknya, Devano Danendra

Sumbersari merupakan salah satu kecamatan yang dijejali dengan perguruan tinggi. Pemilih yang sedang belajar seperti kuliah di Jember, menjadi alasan untuk mengajukan pindah memilih. Karenanya di Sumbersari, banyak pemilih yang mengajukan pindah memilih karena alasan kuliah.

Seperti yang dilakukan oleh sekitar 300 orang mahasiswa dari sebuah sekolah tinggi Islam di kawasan Pakem Kecamatan Sumbersari.

Sementara itu, untuk jumlah pemilih yang paling banyak mengajukan lokasi memilih keluar Jember berasal dari Kecamatan Sumberbaru, yakni mencapai 79 orang.

Menurut Hanafi selain alasan belajar, bekerja juga menjadi alasan seorang pemilih mengajukan proses pindah memilih baik masuk ke Jember juga keluar Jember.

Hanafi menambahkan, seluruh data rekapitulasi pemilih yang mengajukan pindah memilih ini telah diketahui oleh Bawaslu Jember, juga seluruh peserta Pemilu di Kabupaten Jember. (Sri Wahyunik/TribunJatim.com).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved