Visi RPJMD Kota Kediri Unggul dan Makmur Dalam Harmoni

Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri telah menetapkan visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kediri tahun 2020-2024 yakni "Kota Kedir

Visi RPJMD Kota Kediri Unggul dan Makmur Dalam Harmoni
(Surya/Didik Mashudi)
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar membuka Musrenbang Kelurahan se Kota Kediri di Gedung Serbaguna PG Pesantren Baru, Selasa (19/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri telah menetapkan visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kediri tahun 2020-2024 yakni "Kota Kediri Unggul dan Makmur dalam Harmoni".

Hal itu diungkapkan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat membuka Pencanangan Musrenbang Kelurahan se-Kota Kediri di Gedung Serbaguna PG Pesantren Baru, Selasa (19/2/2019).

Sementara dalam mencapai visi tersebut telah ditetapkan program unggulan, di antaranya, Prodamas Plus, service city card, open and clean goverment, asuransi kesehatan universal atau universal health coverage, home care, kondisi darurat, lansia dan balita, pendidikan gratis dan berkualitas, pengembangan usaha milik RW atau koperasi RW, penciptaan 15.000 wirausaha baru, satu kelurahan satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan kampung keren (kreatif dan independen).

Dijelaskan Wali Kota Abdullah Abu Bakar, di Kediri banyak warga berusia produktif bonus demografinya sudah sejak tahun 2018. Sehingga Pemerintah Kota Kediri akan mencoba menyambungkan mereka dengan market place .

"Saat ini yang sudah tersambung dengan Buka Lapak dan Gojek yang sudah mulai sounding karena mereka menginginkan UMKM bayarnya dengan go-pay," ungkapnya kepada Tribunjatim.com.

Walikota berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut serta dalam keberhasilan pembangunan di Kota Kediri. Karena pembangunan tidak hanya dilaksanakan oleh pemerintah daerah, namun atas kerja sama dan antusiasme yang tinggi dari seluruh elemen masyarakat.

"Saya meminta OPD terkait utuk memetakan program dan kegiatannya berdasarkan potensi dan kondisi wilayah, serta melakukan evaluasi program dan kegiatan yang sudah dijalankan,” tambahnya kepada Tribunjatim.com.

Dikatakan, Wali kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengingatkan agar Musrenbang harus sesuai dengan RPJMD Kota Kediri.

Pembangunan yang dilakukan di Kota Kediri harus sustainable, sehingga capaian pembangunan arahnya akan semakin bagus dan berdampak bagi masyarakat.

Sehingga Kota Kediri layak dan nyaman untuk ditempati.\

Belum Ada Laporan Kerusakan Maupun Korban Jiwa Akibat Gempa Bumi di Kabupaten Malang

Fakta Baru Kabar Pernikahan Syahrini: Pengakuan Desainer Gaun Pengantin hingga Perkiraan Bulan

4 Alasan Perayaan Cap Go Meh di Singkawang Selalu Ramai Penonton, Aksi Tatung hingga Parade Naga

Diungkapkan, capaian target kinerja RPJMD Kota Kediri 2014-2019 indikator makro pembangunan mengalami peningkatan. Di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Kediri mencapai 77,13, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,47 persen, tingkat kemiskinan 7,68 persen, tingkat pengangguran terbuka 3,63 persen dan inflasi di Kota Kediri yang turun diangka 1,97 persen.

Pemerintah Kota Kediri telah meraih beberapa penghargaan. Di antaranya, sebagai TPID terbaik se-Jawa Bali selama dua tahun berturut-turut, 5 terbaik penyelenggaraan PTSP terbaik se-Indonesia tahun 2018, penghargaan sebagai kota layak anak tingkat madya, Anugerah Parahita Ekapraya (APE), adipura, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan SAKIP dengan nilai BB.(dim/TribunJatim.com).

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved