BBWS : Bengawan Solo Rusak Karena Penambang Pasir

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo mendata kerusakan sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut, khususnya yang berada di wilayah Kabupate

BBWS : Bengawan Solo Rusak Karena Penambang Pasir
TRIBUNJATIM.COM/WILLY ABRAHAM
Proses pencarian korban terjatuh dari Jembatan Sembayat ke sungai Bengawan Solo, Kabupaten Gresik, Selasa (15/1/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo mendata kerusakan sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut, khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Menurut petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) 4 BBWS Bengawan Solo, Hidayat, kerusakan tebing-tebing atau tanggul disebabkan karena banyaknya penambang pasir ilegal. Untuk di wilayah hilir kerusakan berupa tebing-tebing longsor.

Bojonegoro ke arah hulu belum ada bangunan pengendali banjir, kalau bendung gerak fungsinya untuk menahan air banjir akhir musim hujan.

"Ya penambang pasir ilegal ini penyebab kerusakan tebing sungai," kata Hidayat kepada wartawan, Rabu (20/2/2019).

Dia menjelaskan, sekarang sudah ada pembangunan kiri kanannya sungai bengawan, berupa plengsengan yang terbuat dari beton dan juga ada pemecah arus.

Rata-rata kerusakan berada di tikungan luar, tergerusnya tebing setelah air Bengawan surut.

Polisi Ciduk Penjual Motor Curian ke Penadah di Madura

Sudah 2 Tahun Bayar Cicilan, Perumahan di Desa Pepe Sedati Sidoarjo ini Belum Terbangun

Kriss Hatta Mengaku Terpesona dengan Ibunda Bilqis, Ayu Ting Ting Justru Sewot

Untuk di daerah hulu, kerusakan ada di Ngulanan, Sale, Mojo ikut Kalitidu dekat Ngringinrejo. Hulunya lagi ada di wilayah Padangan, Kuncen dan Purwosari.

"Rata-rata di setiap wilayah kecamatan yang berada di tikungan luar terjadi longsor, bisa 1-2 meter longsornya," Pungkasnya.(nok/TribunJatim.com).

Penulis: M Sudarsono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved