Kuasa Hukum Dua Terdakwa Penyelundupan Sabu-Sabu yang Terancam Hukuman Mati Tidak Mengajukan Eksepsi

Ancaman hukuman mati membayangi dua terdakwa WNA asal Malaysia Chia Kim Hwa dan Henry Lau Kie Lee lantaran terbukti selundupkan narkotika jenis sabu.

Kuasa Hukum Dua Terdakwa Penyelundupan Sabu-Sabu yang Terancam Hukuman Mati Tidak Mengajukan Eksepsi
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Dua terdakwa Chia Kim Hwa dan Henry Lau Kie Lee warga Negara Malaysia didudukkan di kursi pesakitan PN Surabaya, Rabu, (20/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ancaman hukuman mati membayangi dua terdakwa WNA asal Malaysia Chia Kim Hwa dan Henry Lau Kie Lee lantaran terbukti selundupkan narkotika jenis sabu seberat 1.055 gram.

Usai sidang, Kuasa hukum terdakwa, Fariji mengaku tidak mengajukan eksepsi pada sidang dakwaan tersebut.

Menurutnya, pihaknya lebih memilih melihat fakta persidangan dengan melanjutkan sidang tersebut.

Dua WNA Asal Malaysia Terancam Hukuman Mati Karena Terbukti Selundupkan Sabu-Sbu Seberat 1.055 Gram

Berdalih untuk Kebutuhan, Pria di Kabupaten Gresik Nekad Curi Ponsel, Dijual Online Rp 1 Juta

“Lebih baik melihat fakta persidangan, kalau memang ada peluang untuk meringankan terdakwa ya kami hantam,” terangnya saat dikonfirmasi, Rabu, (20/2/2019).

Pasalnya, hukuman yang akan diterima oleh kliennya ini berat yaitu hukuman mati. Fariji berdalih dalam kasus tersebut ada dua DPO yang bisa dijadikan dalih untuk meringankan kliennya.

“Karena kan masih ada tersangka DPO, jadi ya kita tunggu saja lah,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, keduanya ditangkap saat berada di kamar 117 hotel Choice BG Junction, Bubutan Surabaya pada 19 Oktober 2018 lalu.

Sediakan Layanan Pijat Plus-Plus, Tiga Petinggi Eight Spa Lakoni Sidang Perdana di PN Surabaya

Pemilik Panti Pijat Plus-Plus Sebut Miracle Spa and Massage Miliknya Hanya Bisnis Sampingan

Dari tangan para terdakwa, petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 1055 gram yang terbagi menjadi empat bungkus.

Rencananya, sabu tersebut akan diserahkan ke bandar bernama Sihai (DPO). Namun sebelum penyerahan, keduanya terlebih dulu tertangkap petugas Ditresnarkoba Polda Jatim.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved