Viral, Pesta Miras dan Kosumsi Alkohol Untuk Obat Luka, Seorang Remaja di Tulungagung Kritis

Sebuah video pendek tersebar di antara warganet Tulungagung, Jawa Timur. Dalam video itu, terlihat seorang remaja putri tengah megap-megap di lantai.

Viral, Pesta Miras dan Kosumsi Alkohol Untuk Obat Luka, Seorang Remaja di Tulungagung Kritis
david yohanes/surya
Remaja perempuan yang sempat viral, usai megap-megap karena mengonsumsi alkohol untuk luka. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Sebuah video pendek tersebar di antara warganet Tulungagung, Jawa Timur. Dalam video itu, terlihat seorang remaja putri tengah megap-megap di lantai.

Ternyata remaja perempuan itu tengah mabuk, usai menegak minuman alkohol bersama tiga orang teman laki-lakinya.

Mereka minum-minum di sebuah pos penjagaan, di sisi utara alun-alun Tulungagung, masuk Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Tulungagung. Menurut seorang warga setempat, Purwaningsih (48), saat kejadian ada dua orang yang mabuk, Selasa (19/2/2019) sekitar pukul 19.00 WIB. Satu seorang remaja perempuan berusia sekitar 15 tahun, dan seorang remaja laki-laki umur sepantaran.

“Waktu itu yang perempuan megap-megap, dia bilang tidak bisa bernafas,” ujar Purwaningsih, Rabu (20/2/2019).

Warga yang berdatangan kemudian merekam kondisi remaja perempuan itu. Video itulah yang kemudian menyebar di antara warganet. Purwaningsih sempat mengambil air dan mengguyur remaja laki-laki.

Ia berpikir, jika diguyur air mabuknya akan sembuh. Tapi remaja laki-laki itu malah berontak.

Balita Tewas Tenggelam di Asemrowo, Kakak Korban Sempat Teriak saat Ardiansyah Tercebur ke Selokan

Fadli Zon Tak Membawa Apapun Ke Dalam Rutan Medaeng

Aura Kasih Akui Nikahi Duda 24 Tahun yang Punya Anak, Blak-blakan Soal Mantan Istri dan Keluarganya

“Dia malah pergi, terus saya suruh minta bantuan Satpol PP. Tapi dia malah tidak kembali,” lanjut Purwaningsih kepada Tribunjatim.com.

Saat itu ada sebuah bekas kelapa kuning yang masih muda, yang diambil airnya untuk mengatasi racun dalam alkohol. Namun rupanya air kepala itu tidak cukup untuk mengalahkan efek dari alkohol.

Tidak lama berselang datang dua remaja laki-laki lain, menghampiri perempuan yang terus megap-megap itu. Purwaningsih kemudian sadar, dua laki-laki itu adalah gerombolan dua anak yang mabuk tadi.

“Jadi sebenarnya mereka mabuk berempat. Yang dua ini bermaksud menggotong temannya yang perempuan,” sambungnya.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved